LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Karangan bunga Ahok dibakar buruh saat panas dicari saat hujan

Karangan bunga Ahok dibakar buruh saat panas dicari saat hujan. Karangan bunga yang membuat heboh itu akhirnya menjadi sasaran aksi buruh saat memperingati Hari Buruh.

2017-05-02 06:01:00
Karangan bunga untuk Ahok
Advertisement

Ribuan karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota dipajang sampai ke pinggir jalan depan kantor Gubernur DKI Jalan Medan Merdeka Selatan. Karangan bunga yang membuat heboh itu akhirnya menjadi sasaran aksi buruh saat memperingati Hari Buruh.

Dalam video yang beredar di media sosial, buruh berkaos hitam dan merah mengambil sejumlah karangan bunga untuk Ahok lalu dikumpulkan. Selanjutnya mereka membakar karangan bunga itu.

"Kita kini punya sejarah baru. Kita bersihkan Balai Kota dari ucapan-ucapan tidak jelas. Hidup buruh. Saya yang tanggung jawab," kata orator dari mobil komando.

Api yang membara pun membakar habis sejumlah karangan bunga itu. Petugas yang berjaga tak lama kemudian memadamkan api.

Mereka sengaja membakar karangan bunga karena kesal dengan kebijakan Ahok-Djarot. "Karena UMP tidak naik-naik sampai sekarang. Kita mau lihat bagaimana sikapnya. Ini simbol sebagai bersih-bersih," kata Sekjen Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI Idrus.

Dikatakan dia, pembakaran karangan bunga merupakan bentuk kekesalan para buruh di Jakarta yang upahnya tidak juga dinaikan oleh pemerintahan Ahok-Djarot. Terlebih, upah di Jakarta lebih rendah bilang dibandingkan dengan daerah lainnya.

"Ini kekesalan kami yang selama ini tuntutan kami tak didengarkan, masa kalah dengan Bekasi, Karawang, Cikarang," ujar dia.

Selain itu, Idrus pun mengakui bila buruh yang tergabung dengan FSP LEM SPSI telah melakukan kontrak politik dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Bahkan, kontrak politik itu ditandatanganinya pada saat masa kampanye berlangsung.

"Anies sudah janji, dia tidak mau gunakan PP 78. Sudah ada kontrak politik dengan Anies waktu kampanye," ujar dia.

Di sisi lain, Idrus menegaskan akan bertanggung jawab atas pembakaran tersebut. "Saya bertanggung jawab atas pembakaran karangan bunga ini. Ini bentuk protes kami atas apresiasi," pungkas dia.

Salah satu saksi yang melihat kejadian itu, menyebut sebelum membakar karangan bunga tersebut buruh telah menyiapkan cairan diduga bensin atau spirtus dalam botol air mineral.

"Buruh sudah nyiapin bensin di botol," kata dia yang enggan menyebutkan namanya.

Menurut dia, bunga yang dikumpulkan kemudian disiram cairan dari botol itu dan dibakar menggunakan korek. Selain itu, dia juga memaparkan bila api yang membakar karangan bunga sempat mengagetkan para buruh. Terlebih, jarak karangan bunga yang terbakar dengan motor para buruh tidak terlalu jauh.

"Sempat kaget, mereka minggir semua, kan itu deket sama motor," ujarnya.

Setelah aksi sempat panas karena adanya pembakaran tersebut, Jakarta diguyur hujan deras sejak Pukul 16.00 WIB. Para buruh pun memanfaatkan karangan bunga Ahok-Djarot untuk memayungi mereka dari guyuran hujan. Sejumlah karangan bunga terlihat jadi terpal dadakan buat para buruh.

karangan bunga untuk ahok dijadikan payung buruh ©2017 Merdeka.com/istimewa

Advertisement


Meski diguyur hujan, massa tetap semangat menyampaikan aspirasinya. Demonstrasi dipusatkan di depan Patung Kuda, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, tak jauh dari Balai Kota.

Orator yang berada di atas mobil komando meminta peserta aksi tetap semangat meski harus basah kuyup karena hujan deras.

"Tetap semangat kawan-kawan," kata orator.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, aksi tersebut kemungkinan dipicu oleh faktor psikologis peserta aksi dengan masa yang berjumlah banyak.

"Jadi gini ya, namanya massa banyak itu pasti ada faktor psikologis, dan itu bunga sudah tidak terpakai dan bunga itu ada di pinggir jalan, tentunya kita dengan cepat untuk mematikan api itu," kata Argo.

Meski begitu, menurut Argo, aksi pembakaran tersebut tidak berpotensi menjadi aksi yang anarkis. Polisi pun belum mengamankan tersangka atau provokator atas insiden pembakaran karangan bunga tersebut.

"Kita sudah koordinasi bagaimana mempersiapkan ini agar tidak sampai anarkis dan kita segera mematikannya," ujar Argo.

Baca juga:
Buruh bakar karangan bunga buat Ahok di depan Balai Kota
Buruh yang bakar karangan bunga Ahok-Djarot minta maaf
Buruh usai bakar karangan bunga: Pasukan oranye ini pencitraan Ahok
Video detik-detik buruh bakar karangan bunga untuk Ahok
Sedih karangan bunga dibakar buruh, relawan Ahok nyalakan lilin
Karangan bunga api untuk Ahok-Djarot




Advertisement
(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.