Buruh usai bakar karangan bunga: Pasukan oranye ini pencitraan Ahok
Merdeka.com - Sejumlah buruh yang menggelar aksi peringatan May Day di depan Gedung Balai Kota Jakarta membakar beberapa karangan bunga ucapan semangat untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat. Mereka membakar karangan bunga lantaran kesal Ahok-Djarot tidak juga menaikan upah buruh di Jakarta.
Melihat kejadian itu, tim pasukan orange pun dengan sigap memadamkan api dan membersihkan puing-puing karangan bunga. Namun, salah satu koordinator aksi Wapang Korda menyebut jika pasukan orange yang membersihkan sisa-sisa pembakaran karangan bunga sebagai tim pencitraan Ahok-Djarot.
"Pasukan Oranye ini hanya pencitraan Ahok saja," kata Wapang di depan Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (1/5).
Selain menyindir pasukan oranye, dia juga menyindir petugas Satpol PP yang ikut membantu membersihkan sisa-sisa karangan bunga.
"Kita lihat sekarang yang bekerja bersih-bersih Satpol PP. Baru kali ini Satpol PP jadi tukang bersih-bersih, biasanya tukang gusur. Beri aplos pada Satpol PP," ujar dia.
Wapang bahkan mengancam akan membakar karangan bunga lain jika dalam waktu tiga hari pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak segera menyingkirkan karangan bunga yang ada di sekitar Balai Kota.
"Kita beri waktu 3 hari, apabila dlm waktu 3 hari belum juga bersih. Kita akan bersihkan Balai Kota," pungkas dia.
Sebelumnya, massa aksi buruh yang mengenakan kaos berwarna hitam merah dengan tulisan Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI menggelar aksi unjuk rasa di depan Bali Kota Jakarta. Dalam aksinya, mereka tiba-tiba mengumpulkan karangan bunga yang dipajang di depan gedung Balai Kota.
Tak lama kemudian, mereka lantas membakar karangan bunga berbagai ucapan semangat untuk Ahok-Djarot tersebut. Petugas yang berjaga di lokasi itu pun menghentikan aksi massa dan memadamkan api.
Sementara itu, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI Idrus mengatakan pembakaran karangan bunga merupakan bentuk kekesalan para buruh di Jakarta yang upahnya tidak juga dinaikan oleh pemerintahan Ahok-Djarot. Terlebih, upah di Jakarta lebih rendah bilan dibandingkan dengan daerah lainnya.
"Ini kekesalan kami yang selama ini tuntutan kami tak didengarkan, masa kalah dengan Bekasi, Karawang, Cikarang," ujar dia.
Selain itu, Idrus pun mengakui bila buruh yang tergabung dengan FSP LEM SPSI telah melakukan kontrak politik dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Bahkan, kontrak politik itu ditandatanganinya pada saat masa kampanye berlangsung.
"Anies sudah janji, dia tidak mau gunakan PP 78. Sudah ada kontrak politik dengan Anies waktu kampanye," ujar dia. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya