Kapolri Tito sebut penyebar berita hoax kerap pakai tenaga robot
Kapolri Tito sebut penyebar berita hoax kerap pakai tenaga robot. "Cuma sekarang repotnya memang mereka menggunakan mesin atau robot. Ternyata ada juga mereka menggunakan jasa tenaga profesional mereka bisa bayar dan kontennya apa bisa viral," kata Tito.
Penyebaran isu berita hoax atau berita bohong menjadi perhatian polisi. Pasalnya, berita hoax sering membuat resah masyarakat ditambah penyebarannya yang begitu cepat dan masif.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, jajarannya akan terus memonitor dan mengantisipasi penyebaran-penyebaran berita hoax yang biasanya menjadi marak di media sosial.
"Cuma sekarang repotnya memang mereka menggunakan mesin atau robot. Ternyata ada juga mereka menggunakan jasa tenaga profesional mereka bisa bayar dan kontennya apa bisa viral," kata Tito di Mapolres Cimahi, Kota Cimahi, Selasa (3/1).
Alhasil, Kepolisian dituntut harus selangkah lebih maju. Tito mengaku, sudah memiliki beberapa cara agar kejahatan cyber itu bisa diredam. "Nah ini langkah kita tentu yang soft adalah mengcounter, menetralisir dan menyerang menggunakan teknik-teknik IT juga," terangnya.
Bahkan langkah terakhir adalah penindakan secara hukum. Sebab penyebar berita hoax bisa dikenakan Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. "Caranya melakukan penegakan hukum dengan menangkap mereka," imbuhnya.
Berita hoax belakangan terus menyebar dimedia sosial. Terakhir berita hoax hadir ketika disebutkan ada puluhan juta tenaga kerja Tiongkok berada di Indonesia. Presiden Jokowi pun sudah mengklarifikasi ihwal itu. Jokowi menyebut sebenarnya tenaga kerja Tiongkok di Indonesia hanya sebanyak 21.000.
Baca juga:
Hidayat Nur Wahid minta pemerintah bedakan kritik dan berita bohong
Sembilan situs dianggap penyebar berita hoax ini diblokir
Kabar hoax dikhawatirkan munculkan mosi tak percaya ke pemerintah
Ramai-ramai laporkan berita hoax lewat aplikasi
Media online abal-abal bikin gerah pemerintah