Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kabar hoax dikhawatirkan munculkan mosi tak percaya ke pemerintah

Kabar hoax dikhawatirkan munculkan mosi tak percaya ke pemerintah Ilustrasi berita Hoax. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo geram dengan banyaknya informasi bohong atau hoax beredar di media sosial. Salah satu menyita perhatiannya soal isu 10 juta tenaga kerja asal China ke Indonesia. Partai Hanura percaya beredarnya kabar bohong dan fitnah berkembang bukan tidak mungkin menimbulkan mosi tidak percaya terhadap pemerintah.

"Kalau berita-berita fitnah itu tidak ditindak nanti masyarakat lambat laun percaya pada hoax-hoax itu, dan akan berakibat pada ketidakpercayaan terhadap pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas konstitusinya," kata Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana saat dihubungi, Jumat, (30/12).

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi salah satu faktor kunci suksesnya pemerintah. Untuk itu, kata Dadang, pihaknya mendukung langkah Jokowi menindak tegas akun atu penyebar isu bohong di jagat dunia maya.

"Pak Jokowi adalah pemimpin yang tahu dan mampu memilah mana kritik dan mana fitnah dan penyebaran kebencian. Kalau kritik kita terima, sebaliknya kalau fitnah dan berita kebohongan harus ditindak," tegasnya.

Dadang menilai, sikap Jokowi bukan suatu ketakutan, tetapi mengantisipasi keresahan dan kegaduhan bakal terjadi di masyarakat akibat beredarnya berita bohong. Sehingga langkah diambil Jokowi merupakan hal wajar.

"Bukan ketakutan, wajar sekali bahwa pemerintah harus bertindak cepat mengatasi akun-akun yang tidak bertanggung jawab dan menyebar fitnah. Masyarakat kan resah juga dengan berita-berita dusta yang dikembangkan, dari mulai isu jutaan tenaga ilegal yang masuk, isu PKI lah dan penghinaan-penghinaan Presiden, ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP