Kapolri Tito: Ancaman kita saat ini adalah faktor ekonomi!
Kapolri Tito: Ancaman kita saat ini adalah faktor ekonomi! "Tantangan internal kesenjangan ini mau tidak mau harus ada program mendorong masyarakat kelas bawah menjadi lebih terdidik dan sejahtera," pungkasnya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu aspek yang dapat merusak nilai Bhineka Tunggal Ika. Ketimpangan ekonomi yang terjadi di masyarakat membuat bangsa Indonesia bergejolak.
"Ancaman kita saat ini adalah faktor ekonomi. Rakyat bisa memutuskan kontrak ketika pemerintah tidak bisa menjalankan kewajibannya menyejahterakan rakyatnya," ujar Tito saat memberikan kuliah umum dengan tema 'Tantangan Kebhinekaan dalam era Demokrasi dan Globalisasi' di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Rabu (8/3).
Tito mengutip Teori Kontrak Sosial J.J. Rousseau yang menyebut bahwa Pemerintah dan Rakyat memiliki kontrak sosial, dimana pemerintah wajib atau berhak memberikan perintah kepada rakyat, tapi berkewajiban memenuhi kesejahteran dan keamanan rakyat.
"Rakyat berhak menuntut kesejahteraan dan keamanan tapi juga mereka wajib mengikuti perintah dari pemerintah. Kontrak ini bisa diputuskan oleh rakyat ketika pemerintah tidak dapat memberikan jaminan kesejahteraan dan keamanan," katanya.
Menurut Tito, lahirnya Teori ini menjadi dasar lahirnya negara-negara modern. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa negara banyak didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
"Kita melihat bagaimana faktor ekonomi kesejahteraan lebih penting daripada identitas suku, ras, agama dan lain-lain," ungkapnya.
Oleh karena itu, Tito mendorong pemerintah untuk meningkatkan program-program yang mendorong masyarakat lebih terdidik. Sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama kelas bawah.
"Tantangan internal kesenjangan ini mau tidak mau harus ada program mendorong masyarakat kelas bawah menjadi lebih terdidik dan sejahtera," pungkasnya.
Baca juga:
Kapolri Tito Karnavian minta mahasiswa selalu rawat kebhinekaan
Beri kuliah umum di ITB, Kapolri singgung kebhinekaan satukan RI
Kapolri akui pemerintah belum berikan kesejahteraan secara merata
Presiden PKS sebut ketimpangan ekonomi di Indonesia darurat
Jokowi harap pertumbuhan ekonomi di Lampung tekan kemiskinan
Anies Baswedan sebut Jakarta pusat kemiskinan paling ekstrem