Anies Baswedan sebut Jakarta pusat kemiskinan paling ekstrem
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bumiwiyata, Senin (6/3). Di hadapan 1.500 kader PKS, Anies menegaskan, Jakarta memiliki banyak pekerjaan rumah. Anies menyinggung kondisi keamanan hingga kemiskinan di Jakarta.
"Jakarta selalu menempati posisi hitungan kecil, misalnya dapat julukan kota dengan keamanan paling berbahaya, kota dengan pencemaran lingkungan. Kita harus masuk dan membuat pembenahan lewat keadilan dan kesejahteraan warganya," kata Anies dalam sambutannya, Senin (6/3).
Anies membandingkan kondisi kemiskinan di ibu kota dengan daerah di pelosok nusantara. Dia prihatin dengan kondisi penduduk miskin di kota yang jadi barometer kegiatan ekonomi dan bisnis.
"Saya pernah datang ke pelosok banyak sekali menemukan kemiskinan dan persoalan sosial lainnya. Tapi saat saya berkeliling di Jakarta, ternyata lebih parah. Di Jakarta pusat perekonomian, tapi di Jakarta pula merupakan pusat kemiskinan paling ekstrem," ujarnya.
Anies menuturkan saat ini era kebangkitan Asia dan dunia tengah menengok ke arah Asia. Asia dipandang sebagai kekuatan baru. Dalam 10-15 tahun ke depan, Asia akan menyedot perhatian dunia. Anies berambisi menjadikan Jakarta sebagai pusat kebangkitan Asia. Dengan demikian potensi Jakarta sangat besar. "Kita harus sambut Jakarta sebagai pintu masuk Asia," tegasnya.
Besarnya potensi Indonesia dapat dilihat dari perwakilan duta besar yang ada. Hampir semua negara besar memiliki dua duta besar di Indonesia.
"Kita harus sadari Jakarta lebih bisa dari Ibu Kota. Ambil alih Jakarta sebagai pintu gerbang Asia," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya