Kapolri: Terduga pemilik bom di Pasuruan pengecut
Kapolri: Terduga pemilik bom di Pasuruan pengecut. Menurut Tito, bom tersebut setipe dengan bom ikan yang biasa digunakan oleh nelayan secara ilegal. Hanya saja, dalam pengembangannya, jenis bom tersebut juga digunakan kelompok teroris untuk melakukan aksi teror.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut terduga pemilik bom yang meledak di Bangli, Pasuruan, Jawa Timur, seorang pengecut. Hal itu lantaran pria bernama Abdullah itu langsung kabur meninggalkan anaknya yang cedera.
"Anaknya masuk rumah sakit, bapaknya enggak tanggung jawab, pengecut, lari. Harusnya tanggung jawab kepada anaknya itu," kata Tito di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Jumat (6/7).
Anak dari Abdullah sendiri mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki akibat terkena ledakan bom tersebut. Dia diduga memainkan bom yang kemudian meledak.
"Main-main, dipakai oleh anak. Dipikir mungkin bola atau apa, meledak," kata dia.
Menurut Tito, bom tersebut setipe dengan bom ikan yang biasa digunakan oleh nelayan secara ilegal. Hanya saja, dalam pengembangannya, jenis bom tersebut juga digunakan kelompok teroris untuk melakukan aksi teror.
"Ini tujuannya TPS yang kemarin, tetapi karena pengamanan ketat dari petugas Polri, TNI, dan lain-lain, ditambah dengan pengejaran, tekanan dari tim pengejar dari kepolisian terutama, sehingga enggak jadi (digunakan)," pungkasnya.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Polisi tangkap rekan terduga pemilik bom Pasuruan
Kapolri: Ledakan Bom di Pasuruan bukan serangan teror
Polisi pastikan ledakan di Pasuruan berasal dari bom ikan
Bom ikan di Pasuruan meledak sendiri karena 'human error'
Pelaku ledakan bom di Pasuruan punya tiga identitas berbeda
Terduga pelaku bom Pasuruan mantan narapidana kasus terorisme bom sepeda Kalimalang
Ledakan pertama di Pasuruan akibat bom dikira mainan oleh anak pelaku