Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri: Ledakan Bom di Pasuruan bukan serangan teror

Kapolri: Ledakan Bom di Pasuruan bukan serangan teror Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, bom yang meledak di sebuah rumah kawasan Bangli Pasuruan, Jawa Timur, bukanlah serangan teror.

"Ini peristiwa meledak sendiri, bukan serangan teror. Bedakan. Kalau serangan teror itu bom di bawah menuju target. Ini enggak," kata Tito di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Jumat (6/7).

Menurut Tito, berdasarkan hasil penyidikan, ledakan yang dihasilkan oleh bom Pasuruan masuk dalam kategori kecil. Sangat jauh berbeda dengan bom yang digunakan pelaku teror di Surabaya, Jawa Timur.

"Dari hasil forensik itu adalah low explosive, low explosive itu campuran mercon lah kira-kira begitu. Kalau mercon itu dibungkus pakai kertas, ledak suaranya saja. Kalau ini dia dibungkus dengan logam, ini biasa digunakan untuk bom ikan di daerah Jawa Timur, bagian sebelah sana sampai Madura, sampai Sulawesi, NTT," kata dia.

Bom yang meledak itu diduga meledak saat dimainkan oleh anak dari pelaku yang kini kabur, yakni Abdullah. Polisi sendiri telah mengamankan istrinya. Sementara si anak masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat ledakan bom tersebut.

"Ini juga menjadikan saya kira sahabat-sahabat, saudara-saudara kita, sadar lah ini. Sudah dua kali, tiga. Saya kira ini indikator, peristiwa bom Surabaya, Sidoarjo, lagi dirakit, meledak sendiri. Bapaknya, suaminya, anaknya, meninggal. Artinya, Tuhan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak merestui," kata Tito.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP