Kapolri sebut vaksin palsu beredar di 7 provinsi
Badrodin memastikan, hingga saat ini tidak ada pihak pemerintah yang terlibat dalam pemalsuan vaksin.
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan sudah ada tujuh provinsi yang terdeteksi menjadi peredaran vaksin palsu. Vaksin palsu itu diproduksi di beberapa tempat.
"Sudah ada 7 provinsi. Penyebarannya di 7 provinsi. Lokasi produksinya kalau enggak salah ada di beberapa tempat, saya enggak hafal," ungkap Badrodin usai buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis (30/6).
Kata Badrodin, vaksin palsu itu hasil produksi rumahan. Tidak ada di antaranya diproduksi perusahaan besar.
Dia menambahkan, pihak kepolisian belum bisa mengumumkan 4 Rumah Sakit yang menggunakan vaksin palsu. Hal ini mengantisipasi munculnya masalah baru atau terjadi kegaduhan.
"Begini, kan kita sedang menyelidiki dan menginventarisir pasien-pasien yang pernah disuntik vaksin itu sehingga nanti bisa dicek oleh Ibu Menkes detilnya untuk bisa mencek dampak lalu direhabilitasi. Nah itu yang akan dilakukan jadi jangan sampai menimbulkan satu masalah yang lebih besar," ujar mantan Kabaharkam ini.
Badrodin memastikan, hingga saat ini tidak ada pihak pemerintah yang terlibat dalam pemalsuan vaksin.
"Sampai sekarang belum ditemukan. Baru swasta-swasta," tandasnya.
Baca juga:
Bio Farma pastikan vaksin buatannya tidak dipalsukan
Datangi Bareskrim, Menkes Nila ingin tahu penyebaran vaksin palsu
Cegah pemakaian vaksin palsu, warga diimbau tak tergoda diskon
Jupe mengaku adiknya lumpuh usai divaksin, tak lama meninggal
Polda DIY bentuk tim khusus selidiki penyebaran vaksin palsu