Kapolri: Pemikiran radikal sulit untuk diperangi
Rumah eks anggota Gafatar dibakar karena dianggap meresahkan masyarakat.
Ribuan mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akan dipulangkan ke daerah masing-masing dari Menpawah, Kalimantan Barat. Sebelumnya rumah eks anggota Gafatar dibakar karena dianggap meresahkan masyarakat.
"Kelompok radikal dalam sisi pemikiran bukan radikal dalam tindakan. Tindakan itu emosional, tapi kalau pemikiran-pemikiran radikal itu yang sulit untuk diperangi karena itu pahamnya seperti itu," ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di acara Silatnas Gontor, Sabtu (23/1).
Ia juga menganggap media berpengaruh terhadap aksi warga tersebut karena sebelumnya media secara masif memberitakan hilangnya dokter Rica. Masyarakat khawatir sehingga menimbulkan penolakan.
"Tentu sikap aparat pemerintah yang pertama jangan sampai ada korban, kalau bisa diamankan ya diamankan, kalau tidak tentu harus ada yang dievakuasi. Prosesnya dari dialog sudah mulai dilakukan nyatanya masyarakat sudah mulai emosi," tandasnya.
Baca juga:
Masyarakat diimbau tidak mengucilkan eks anggota Gafatar
Ganjar Pranowo ajak pengikut Gafatar kembali ke jalur yang benar
Kapolri beberkan 3 organisasi radikal dan 21 pendukung ISIS
Hadapi terorisme, Kapolri ibaratkan polisi sebagai pemadam kebakaran
118 Mantan anggota Gafatar mengungsi di Panti Sosial Cipayung