Kapolri: Masih banyak calo-calo bergentayangan
Oleh karena itu, pihaknya membentuk sebuah tim khusus untuk mencegah adanya pungutan liar (pungli) terutama di lalu-lintas dengan cara meluncurkan sistem online.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan masih banyak calo-calo yang bertebaran, terutama di bidang layanan publik lalu lintas. Banyaknya calo-calo tersebut membuat kepercayaan masyarakat kepada Polri menjadi menurun.
"Pelayanan publik yang banyak disorot di bidang lalu lintas. Masih banyak calo-calo bergentayangan, diserse menjadi problema," kata Tito di Kantor Samsat, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (16/12).
Menurutnya, budaya calo membuat masyarakat tidak percaya kepada pihak kepolisian. "Budaya kultur Polri yang juga banyak kurang begitu mendukung terbentuknya kepercayaan publik. Di antaranya budaya koruptif yang cukup rentan dari mana-mana. Salah satunya di lalu lintas," lanjutnya.
Oleh karena itu, pihaknya membentuk sebuah tim khusus untuk mencegah adanya pungutan liar (pungli) terutama di lalu-lintas dengan cara meluncurkan sistem online.
"Mekanismenya dengan cara pencegahan, penindakan, untuk itu dibentuk satgas cyber pungli, pungutan liar, yang target utamanya di sektor layanan publik," tegas Tito.
Baca juga:
Tarik biaya sertifikat prona, Kades di Musi Rawas dicokok polisi
Peras tahanan dan suap kasus perjudian, 5 polisi di Babel dibekuk
Tim Saber Pungli terima 16.000 aduan, paling banyak di Kemendagri
Kisah Aiptu Tutut nyamar jual gorengan demi ungkap pungli SIM
Satgas Saber Pungli di Sumut dibentuk, 19 instansi teken komitmen
4 PNS dan 5 preman jadi tersangka pungli di tempat pelelangan ikan