Kapolda Papua: Ada anggota terlibat dengan kelompok bersenjata
Keterlibatan anggota Polsek Nduga itu diduga terkait pasokan amunisi yang dijual ke kelompok bersenjata
Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende mengaku, Briptu TJ anggota Polsek Nduga Kabupaten Jayawijaya terlibat dengan kelompok bersenjata yang ditangkap di Wamena, Minggu (26/10).
"Namun untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan Briptu TJ, hingga saat ini masih terus diperiksa oleh penyidik di Wamena," kata Irjen Pol Mende kepada wartawan di Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Senin (27/10).
Dikatakan dia, dari laporan awal keterlibatan anggota Polsek Nduga itu diduga terkait pasokan amunisi yang dijual ke kelompok bersenjata. Saat penangkapan, tim khusus Polda Papua juga berhasil menyita sekitar 260 butir amunisi yang diduga dibeli dari Briptu TJ.
Amunisi itu, kata Irjen Pol Mende, diduga untuk memperkuat kegiatan kelompok bersenjata yang saat ini dilaporkan kekurangan amunisi. Ketika ditanya sejauh mana keterlibatan Briptu TJ sebagai pemasok amunisi, Kapolda Papua mengakui, anggota saat ini masih terus memeriksa yang bersangkutan yang dilakukan secara terpisah.
Kapolda Papua mengakui, saat ini masih menahan enam orang (bukan tujuh)termasuk anggota polisi serta dua DPO yakni Rambo Puncak Jaya dan Tolikara alias Darius Wanimbo dan Rambo Wonda alias Enggaranggo Wonda. Sebelumnya pada Minggu (26/10) timsus Polda Papua menangkap tujuh anggota kelompok bersenjata, di Wamena, kemudian salah seorang diantaranya dilepas.
Ke enam orang yang masing ditahan yakni Pinus Wonda alias Rambo Wonda alias Kolor alias Engaranggo Wonda (27), Derius Wanimbo alias Rambo Tolikara (30), AW (18), MW (20 thn), NT (16) istri Rambo Wonda dan Briptu TJ (27) anggota Polsek Nduga, Polres Jayawijaya.
Baca juga:
Suka berganti pasangan, 9 wanita hamil di Merauke idap HIV/AIDS
Divonis 2 bulan penjara, 2 wartawan Prancis nangis minta pulang
Salah gunakan visa, dua wartawan Prancis divonis 2,5 bulan bui
Tolak referendum Papua, ratusan pemuda geruduk Kodam V Brawijaya
Anggota TNI serbu markas polisi karena tak terima di-sweeping
TNI serbu markas polisi di Papua, terjadi baku tembak
Serbu separatis di Papua Barat, TNI-Polri sita senpi dan bom