Kapolda Metro sebut Bahrun Naim terkait Santoso di Poso
Polisi kini memburu anak huah Bahrun yang masih berkeliaran di Indonesia.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian menyatakan polisi telah mengetahui otak di balik aksi teror di kawasan Sarinah, Jakarta. Sosok tersebut diyakini masih terkait dengan kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.
"Dia (Bahrun Naim) ada hubungan dengan kelompok ISIS yang lain. Itu kelompoknya Santoso," ungkap Tito di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/1).
Meski ada Santoso yang berkali-kali mengganggu keamanan dalam negeri, namun teror yang diotaki Bahrun buah dari ambisinya, ingin menjadi pemimpin ISIS di Asia Tenggara.
"Dia ingin jadi leader, Khatibah Nusantara," lanjut Tito.
Sejauh ini, polisi belum menemukan indikasi aksi teror di kawasan Sarinah disusupi asing. Mereka mengincar simbol-simbol barat di Indonesia, salah satunya kedai Starbucks.
"Saya kira dia ingin ambil simbol barat. Starbucks."
Baca juga:
Pemerintah akui sudah dapat ancaman teror dua bulan lalu
Teror bom di Sarinah, Starbucks tutup semua gerainya di Jakarta
Waspada teror, Polres Depok jaga akses utama
Dubes Kanada tengok warganya yang tewas dalam aksi ISIS di Sarinah
Begini kondisi Starbucks di Sarinah usai diserang bom teroris