Kapolda Jatim datangi lokasi ledakan di Pasuruan
Hingga kini, polisi belum memastikan bahwa aksi tersebut terkait terorisme.
Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mendatangi lokasi ledakan di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.
Pantauan di lapangan, begitu tiba, Kapolda langsung mendekat ke arah rumah kontrakan dimana terjadi ledakan tiga kali.
Hingga kini, polisi belum memastikan bahwa aksi tersebut terkait terorisme.
Sebelumnya, ledakan sebanyak tiga kali tersebut melukai seorang bocah berusia 6 tahun. Bocah tersebut diduga kuat merupakan anak dari penghuni kontrakan, yakni A dan DR.
Kini, polisi masih memburu A. Sedangkan, istrinya, DR sudah diamankan ke Polres Pasuruan dan anaknya tengah mendapatkan perawatan intensif.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan peristiwa berawal ketika saksi yang tengah berada di sekitar lokasi mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali. Saat ledakan pertama, saksi mendatangi rumah tersebut dan langsung melakukan pengecekan ke dalam rumah.
"Saat berada di dalam rumah, saksi mencium bau mesiu. Karena takut akhirnya keluar."
"Saat saksi berada di luar rumah, ledakan kedua terjadi. Ledakan kedua membuat warga menjauh dari rumah," tambahnya.
Ketika warga tengah menjauh, ada orang tak dikenal keluar dari dalam rumah dengan membawa tas ransel. "Diduga pria tersebut merupakan penghuni rumah kontrakan."
"Petugas langsung mengejar pria tersebut ke arah barat yang kemudian terdengar ledakan yang ketiga dari jalan kampung," tuturnya.
"Setelah itu pelaku masuk ke dalam rumahnya sambil mengendarai motor Honda Astrea sambil membawa tas ransel hitam ke arah timur."
Baca juga:
Ledakan diduga bom guncang Pasuruan, satu bocah terluka
Polisi kejar pria diduga pembawa bom yang kabur ke arah timur Pasuruan
Polisi olah TKP ledakan diduga bom di Pasuruan
Kabur, pria pembawa ransel ngaku bawa bom & ditembaki warga pakai senapan angin
Kronologi tiga kali ledakan diduga bom di Pasuruan