Kapal muatan semen & besi terbalik, seorang ABK tewas tenggelam
jasadnya ditemukan mengambang di permukaan laut dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Satu unit bermuatan ratusan karung semen, beras dan besi terbalik di perairan Pulau Rangsang Kecamatan Rangsan Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau Jumat (9/9) lalu. Anak Buah Kapal (ABK) tersebut sebelumnya sempat dinyatakan hilang tenggelam namun akhirnya ditemukan tak bernyawa, Sabtu (10/9).
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah mengatakan seorang anak buah kapal sudah ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. Kapal kayu bermotor itu memiliki nama KM Lestari 5 berbobot kotor 23 ton.
"Kapal itu terbalik pada Jumat (9/9) lalu, tepatnya di perairan Desa Telesung Kecamatan Rangsang," ujar AKBP Barliansyah.
Barliansyah menjelaskan, kapal tersebut oleng dan terbalik karena hempasan ombak yang terlalu tinggi ditambah lagi dengan angin kencang dari arah barat. Muatan yang sangat overkapasitas itu membuat kapal menjadi tidak stabil.
"Di dalam kapal tersebut terdapat tiga orang yang terdiri dari seorang nakhoda kapal dan dua anak buah kapal," ucap Perwira Menengah Jebolan Akademi Kepolisian tahun 1996 itu.
Kondisi tersebut akhirnya membuat kapal terbalik, nakhoda kapal Azman (37) berhasil menyelamatkan diri dengan dibantu oleh nelayan yang kebetulan melintas. Namun, dua ABK-nya terperangkap di bangkai kapal. Nelayan lain pun akhirnya berusaha menyelamatkan mereka.
"Edi Saputra (41), salah satu rekan Azman juga berhasil diselamatkan para nelayan. Korban terjebak dalam ruang mesin kapal dan dibantu nelayan dengan cara merusak lambung kapal menggunakan kapak," kata Barliansyah.
Sedangkan seorang nakhoda lainnya bernama Rian Winaldo alias Afiz (24) tidak berhasil ditemukan saat. Mendapat informasi adanya kecelakaan laut yang menyebabkan seorang ABK dalam hilang, Polisi bersama Basarnas yang dibantu nelayan langsung bergegas melakukan pencarian.
"Proses pencarian sempat terhambat disebabkan hari semakin gelap dan kembali dilanjutkan pada pagi tadi. Akhirnya, korban Afiz berhasil ditemukan mengapung di permukaan air dalam kondisi tidak bernyawa," jelasnya.
Hingga saat ini, korban meninggal dunia telah diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan selanjutnya dilakukan pemakaman. "Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi," pungkasnya.
Baca juga:
9 Nelayan Aceh Timur ditemukan terapung di Selat Malaka
Cuaca buruk, satu kapal berisi 13 ABK di Pariaman hilang di laut
Semua korban kapal tenggelam ditemukan, pencarian disetop
Empat korban perahu tenggelam ditemukan sudah tewas
Perahu tenggelam yang tewaskan 10 orang tak dilengkapi pelampung