LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapal muatan 3 ton bawang ilegal diamankan, pemilik kabur

"Kita masih terus kembangkan penemuan ini termasuk mencari tahu siapa pemilik kapal dan bawang ini," ujarnya

2016-06-20 07:30:00
Penyelundupan Bawang
Advertisement

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bengkalis, Provinsi Riau menggagalkan upaya penyelundupan tiga ton bawang yang diduga ilegal. Penyelundupan itu menggunakan kapal melalui aliran Sungai Jangkang, Kecamatan Bantan, Bengkalis.

"Terdapat puluhan karung bawang yang tersimpan dalam kapal tersebut. Berat total ditaksir mencapai tiga ton," kata Kepala Polres Bengkalis, AKBP Ino Harianto seperti dikutip dari Antara, Senin (20/6).

Ia menjelaskan, bawang yang diduga berasal dari negeri jiran itu ditemukan jajarannya pada Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Akan tetapi, saat ditemukan, kapal berikut bawang yang dikarung rapi itu tidak bertuan atau tanpa pemilik.

Menurut dia, temuan tersebut berawal dari laporan masyarakat akan adanya aktivitas bongkar muat bawang di Sungai Jangkang. Sungai tersebut merupakan salah satu sungai yang bermuara langsung ke Selat Malaka.

Berawal dari informasi itu, polisi lantas melakukan penyelidikan ke lapangan. Hasilnya, petugas menemukan satu unit kapal yang bersandar dan telah ditinggal pemiliknya.

"Kita masih terus kembangkan penemuan ini termasuk mencari tahu siapa pemilik kapal dan bawang ini," tegas Ino.

Wilayah pesisir Riau seperti Dumai, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti dan juga Bengkalis dikenal sebagai sasaran empuk pelaku penyelundupan, terutama bawang. Sebelumnya pada April 2016 lalu, jajaran Polres Bengkalis berhasil menyita 35 ton bawang.

Bawang tersebut ditemukan di sebuah kapal berukuran besar di Sungai Liong, atau berjarak sekitar 30 menit dari Sungai Jangkang.

Kepala Seksi PII KPPBC Tipe II Madya Pabean B Pekanbaru, Tri Budi Haryanto mengatakan bawang-bawang selundupan itu berasal dari India yang masuk ke Indonesia melalui Malaysia.

"Kita akan terus melakukan penindakan masuknya komoditas dari luar negeri, terutama bawang dari India yang mana kita memang tidak memasok komoditas bawang dari negara tersebut," jelasnya.

Untuk itu, ia mengatakan telah berkoordinasi dengan bea cukai negeri jiran itu untuk bersama mengawasi masuknya bawang secara ilegal ke Indonesia, terutama perairan Riau.(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.