LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapal Mati Mesin, Tiga Warga Penajam Terombang Ambing di Laut 32 Jam

Kini, ketiga orang dicari itu, sedang berada di speedboat BPBD PPU. "Menuju ke dermaga PT PHKT (Pertamina Hulu Kalimantan Timur) base Penajam. Keluarganya juga sedang menunggu dermaga," ungkap Nurlaila.

2020-07-08 22:31:00
Nelayan
Advertisement

Tiga nelayan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, siang ini ditemukan selamat tim SAR gabungan, di perairan Selat Mamuju, Sulawesi Barat, usai KM Borneo, yang mereka gunakan mati mesin sejak Senin (6/7). Selama 32 jam ketiganya terombang ambing di laut.

Ketiga orang itu adalah warga Kelurahan Nenang, PPU, yang dicari tim SAR gabungan sejak pagi tadi. Mereka adalah Hermansyah (28) sebagai penyambang/pembeli ikan, Supiyan (24) sebagai kapten kapal, serta Imam Hanapi (25), sebagai anak buah kapal (ABK).

"Iya benar, Alhamdulillah sudah ditemukan selamat," kata Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (8/7) sore.

Advertisement

Nurlaila menerangkan, kabar ketiganya ditemukan selamat, datang dari keluarga korban yang ikut melakukan pencarian. "Kami dapatkan rekaman suara, dari keluarga korban yang berangkat dari Nenang. Bahwa, KM Borneo ditemukan, dan semua ABK selamat," ujar Nurlaila.

Nurlaila menerangkan, KM Borneo mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat berlayar. Kondisinya, terombang ambing di perairan Selat Mamuju, sekitar 5 jam dari Penajam. "Keadaan kapal terombang ambing di laut selama 32 jam, setelah as kapal patah, dan tidak bisa bergerak," sebut Nurlaila, menirukan pernyataan keluarga korban.

Kini, ketiga orang dicari itu, sedang berada di speedboat BPBD PPU. "Menuju ke dermaga PT PHKT (Pertamina Hulu Kalimantan Timur) base Penajam. Keluarganya juga sedang menunggu dermaga," ungkap Nurlaila.

Advertisement

Keterangan terpisah, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto menerangkan, ketiga nelayan itu ditemukan sekira pukul 14.45 Wita. "Sementara kondisi kapal (KM Borneo) mati, dan kapal itu sedang ditarik pihak keluarganya," kata Octavianto.

Untuk diketahui, ketiga nelayan itu sebelumnya bertolak dari Penajam, menuju ke pulau Popongan, Sulawesi Barat, untuk membeli ikan dan akan dijual lagi ke Balikpapan. Disebabkan kapal tidak dalam kondisi baik, mereka baru kembali dari Popongan me Balikpapan, Senin (6/7).

KM Borneo yang digunakan ketiga nelayan itu, bersamaan berlayar dengan kapal lain dari Popongan, menuju Balikpapan. Namun, kapal lain itu tiba di Balikpapan, Selasa (7/7) dini hari kemarin. Sementara, KM Borneo tidak diketahui kabarnya. Akhirnya, keluarga korban melapor untuk meminta pertolongan pencarian.

Baca juga:
KKP Naikkan Tarif Izin Kapal Pengangkut Ikan Dalam dan Luar Negeri
Bantu Nelayan di Tengah Pandemi, Kadin dan KKP Salurkan Ribuan Paket Sembako
Hingga Mei 2020, Jumlah Kasus di Kapal Ikan Capai 2.782
33 Nelayan Aceh Ditahan Gara-Gara Tangkap Ikan di Perairan Thailand
Susi Pudjiastuti Bahas Masalah Natuna Bersama Presiden PKS
Prabowo Ingin Nelayan Indonesia Dipermudah Berlayar di Natura

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.