Kapal GeoSurvey difokuskan cari objek lain pesawat AirAsia
Salah satunya black box.
Meski ekor AirAsia QZ8501 sudah ditemukan, pencarian puing pesawat dan jenazah penumpang terus dilakukan. Khusus bangkai pesawat, akan difokuskan pada Kapal MGS GeoSurvey yang dilengkapi robot Remotely Operated Vehicle (ROV), yang diikuti beberapa penyelam dari TNI AL.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya FHB Soelistyo Soelistyo mengatakan, pencarian badan pesawat lainnya yang juga diutamakan yakni kokpit dan badan pesawat.
"Apakah nanti yang turun melakukan pencarian ROV atau penyelam, semua tergantung kondisi cuaca di perairan tersebut," ujar Sulistyo, di kantor Basarnas, Jakarta, Kamis (8/1).
Sementara itu, terkait sinyal dari black box yang sempat dideteksi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT kemarin, Soelistyo menjelaskan, saat tim penyelam sedang melakukan penyelaman, maka tidak boleh ada gelombang sonar dari kapal yang dalam keadaan menyala.
"Sonar harus off demi faktor safety dan keselamatan penyelam, apalagi gelombang sonar tersebut dikhawatirkan dapat merusak indera pendengaran penyelam," terangnya.
Menurut Sulistyo sampai saat ini sudah ada 40 jenazah yang berhasil ditemukan sejak operasi pencarian pada hari ketiga, Selasa 30 Desember 2014 hingga operasi pencarian hari ke 12, Kamis ini.
"Prioritas utama kita yang pertama adalah pencarian jenazah, kita harapkan akan semakin banyak jenazah yang diketemukan hari ini," pungkasnya.
Baca juga:
MenPAN minta AirAsia serahkan asuransi korban 7 hari kerja
Pejabat Kemenhub sebut faktor apes di tragedi kecelakaan pesawat
'Black box kena air laut bisa karatan'
Ketemu keluarga korban AirAsia, Yuddy siap pecat aparat bersalah
Balon pengangkat kapasitas 5 ton disiapkan angkat ekor AirAsia
Ini cara RS atasi jenazah korban AirAsia agar tak keluarkan bau
Membongkar dapur di balik tiket murah AirAsia