Kalau diabaikan, keluarga Angga siap lapor Kompolnas dan Komnas HAM
Keluarga berharap polisi serius menangani kasus itu.
Permintaan keluarga memproses kasus penembakan berujung tewasnya bocah Rendi Anggara tak main-main. Jika dalam sepekan kasusnya tak ada kejelasan, pihak keluarga akan meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan.
Kuasa hukum keluarga korban, Mulyadi mengatakan, pihak keluarga sudah melakukan beragam upaya hukum sebagai bukti keseriusan penindakan kasus ini. Upaya hukum itu dimulai dengan melaporkan terduga pelaku ke Propam Polda Sumsel, laporan hukum pidana, hingga laporan ke Propam Polresta Palembang buat menahan polisi bertugas di Satres Narkoba Polresta Palembang itu.
"Keluarga sangat diapresiasi, mereka ikuti prosedur sebagai warga negara taat hukum. Kini tinggal polisi menindaklanjutinya," kata Mulyadi, Selasa (8/12).
Jika tidak ada kejelasan dalam tempo sepekan ke depan, pihaknya akan mengadukannya ke Kompolnas dan Komnas HAM. Sebab, kasus ini sudah mencederai hak-hak korban yang dianggap tidak bersalah.
"Kita tunggu satu minggu ini. Kalau belum (ada kepastian), kami mengadu ke Komnas HAM dan Kompolnas. Biar mereka yang proses," ujar Mulyadi.
Baca juga:
Keluarga desak polisi penembak Angga ditahan
Polisi gerebek gudang narkoba dekat TKP peluru nyasar tewaskan Angga
Labfor gelar olah TKP peristiwa peluru nyasar tewaskan Angga
Minta keadilan, ayah bocah Angga menangis histeris ke Kapolda Sumsel
Keluarga Angga korban salah tembak ogah tempuh jalur damai
Bagaimana seharusnya aturan polisi menembak di tengah-tengah warga?