LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kabareskrim janji terus usut proses penganggaran Stadion GBLA

Pembangunan Stadion GBLA menelan biaya lebih dari setengah triliun. Namun polisi mengendus adanya dugaan korupsi.

2015-07-29 16:52:24
Korupsi Stadion GBLA
Advertisement

Bareskrim Mabes Polri akan terus mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bahkan hingga proses penganggaran awal di mana dari berasal dari patungan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung.

"Soal proses penganggaran, kita akan cek semuanya. Karena penyelidikan itu harus utuh tidak sepotong-sepotong," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso, usai meninjau ke lokasi, Rabu (29/7).

Sebelum stadion bertaraf internasional itu dibangun, pembiayaan dengan sistem multiyears itu sempat terjadi tarik ulur soal anggaran. Budi, mengaku dalam menyidik kasus korupsi pembangunan GBLA, pihaknya juga akan menelusuri proses awal hingga akhir. Artinya, proses penganggaran pun akan menjadi sasaran penyelidikan dan penyidikan.

"Kita akan lihat secara utuh. Proses penganggarannya gimana, jumlah anggaran gimana dan dipakainya sistemnya seperti apa tentunya akan kita lihat," ujarnya.

"Misalkan anggaran 100 apakah pelaksanaannya juga mencapai 100? Kalau enggak, kenapa dan ke mana (uangnya). Kenapa jadinya ketebalan kurang," terangnya menambahkan.

Pembangunan Stadion GBLA sendiri menelan biaya lebih dari setengah triliun. Namun polisi akhirnya mengendus adanya dugaan korupsi. Satu tersangka telah ditetapkan, yakni YAS Sekretaris Distarcip Kota Bandung.

"Apakah permainan dari awal karena anggaran sudah kurang atau dikurangi pada saat pelaksanaan, itu yang kita lihat. Pasti akan kita kerja," tandasnya.

Di balik kemegahan GBLA sendiri, ia mengaku khawatir dengan konstruksi bangunan yang rapuh. Banyak tembok yang terbelah dan retak lantaran tidak kokohnya pondasi. Belum lagi degradasi aspal dan keramik yang setiap bulannya terjadi.

Baca juga:
Stadion GBLA tak layak, Ridwan Kamil tidak akan ngotot dipakai PON
Komjen Budi Waseso sebut Stadion GBLA tidak layak digunakan
Logo PON Jabar 2016 dilaunching 8 Maret
Persiapan PON dan bangun bandara, APBD Jabar tembus Rp 24,75 T
Bepe ragu sepakbola Indonesia sudah sehat untuk digulirkan lagi
RD netral, tapi tetap akan menekan PSSI

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.