Jurnalis asing mulai meliput 10 tahun tsunami di Aceh
"Aceh kondusif dan sangat terbuka bagi investor, dan kita semua berharap damai ini abadi," kata Mahyuzar.
Sejumlah jurnalis asing menjelang peringatan 10 tahun gempa dan gelombang tsunami di Aceh mulai berdatangan. Kedatangan mereka untuk mengabadikan rekonstruksi dan pembangunan lainnya paska-musibah besar yang menggemparkan dunia.
Kepala Biro Humas Satda Aceh Mahyuzar membenarkan banyaknya jurnalis asing sudah berkunjung ke Aceh. Dia bahkan menjelaskan ada jurnalis dari Malaysia yang telah mewawancarainya perihal 10 tahun tsunami di Aceh.
"Salah satunya wartawan Harian Metro, Amir Abd Hamid dari Malaysia Rabu kemarin menanyakan kondisi terkini Aceh pasca-tsunami," kata Mahyuzar, Kamis (4/12) di Banda Aceh.
Menurut Mahyuzar seperti dijelaskan pada jurnalis Malaysia itu, menerangkan kondisi Aceh pasca-tsunami dan perjanjian MoU Helsinki saat ini sangat kondusif dan terbuka bagi investor yang akan berinvestasi di Aceh.
"Aceh kondusif dan sangat terbuka bagi investor, dan kita semua berharap damai ini abadi," ujarnya.
Mahyuzar mengungkapkan bahwa Malaysia di mata Aceh adalah saudara serumpun, saudara paling dekat. Sejak dulu antara Aceh dan Malaysia memiliki hubungan yang baik.
Pemerintah Aceh, ujarnya, saat ini sedang berusaha menjalankan ekspor bahan pangan dari Lhokseumawe langsung ke Malaysia melalui pelabuhan. "Selain itu juga ada kerja sama di bidang perkebunan, misalnya kelapa sawit dan kelapa," ujarnya.
Selain meliput kondisi terkini Aceh dan peringatan tsunami, wartawan Malaysia tersebut, katanya, berencana akan menuliskan reportase mengenai kopi Aceh. Rencananya mereka akan berkeliling mencicipi kopi di Banda Aceh dan kopi tubruk di Meulaboh.
Baca juga:
Liput 10 tahun Tsunami Aceh, jurnalis asing diminta melapor
Ingat tragedi tsunami Aceh, Menteri Susi menangis
Menteri Susi curhat raup sukses berkat tsunami Aceh
Kenangan Menteri Susi pada tsunami Aceh dan Pangandaran
Menteri Susi mengenang 10 tahun tsunami Aceh
Simulasi sirine tsunami, warga Aceh menangis dan panik