Jual alat isap sabu via online shop, Princess Bong ditangkap polisi di hotel
Setiap satu paket bong dijual di kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 400 ribu. Barang tersebut didapatkan dari seseorang yang masih diburu. IM mengaku nekat bisnis alat isap sabu karena kebutuhan ekonomi.
Seorang perempuan berinisial IM (27) ditangkap petugas Polrestabes Bandung setelah bisnis alat isap sabu (bong) yang dia miliki terendus polisi. Pekerjaan tersebut sudah dia jalani selama tiga bulan terakhir.
Hal itu disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (26/2/2018). "Penjualan bong, salah satunya yang dijual oleh IM alias Princes Bong," ujarnya.
Pengungkapan kasus ini bermula saat pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat. IM ditangkap pada Selasa (20/2) lalu di sebuah hotel di kawasan Cicendo Bandung. Selain bong, satu paket sabu-sabu juga disita.
Setelah melakukan penangkapan, pihak kepolisian melakukan pengembangan di tempat lain. "kita temukan masih banyak bong yang siap edar, jumlahnya sampai ratusan," imbuhnya.
Kepada penyidik, IM mengaku menjalankan bisnis tersebut melalui aplikasi jual beli online bernama 'Emon Shop'. Keuntungan yang didapat jauh berkali lipat dari bisnis kuliner.
Setiap satu paket bong dijual di kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 400 ribu. Barang tersebut didapatkan dari seseorang yang masih diburu.
"Dia mendapat pasokan dari seseorang yang sekarang dalam pengejaran," jelas Hendro.
Di tempat uang sama, IM mengaku nekat bisnis alat isap sabu karena kebutuhan ekonomi.
"Sebelum ini bisnis kuliner, tapi karana butuh uang cepat jadi pindah ke bisnis ini. Untungnya lebih besar, jadi keterusan," ucapnya singkat.
Baca juga:
Didampingi pengacara & putri sulung, Elvi Sukaesih tiba di Polda Metro
Kasus narkoba Dhawiya, polisi pastikan Elvi Sukaesih penuhi panggilan
Polri belum temukan narkoba dari kapal asing Win Long
Kapolri: Alasan kalau tak pakai narkoba enggak keluar kreativitasnya itu gaya lama
Berantas narkoba, polisi fokuskan kapal laut dari China & Taiwan
9 Truk angkut muatan dari kapal Win Long, tim gabungan belum temukan sabu
Polisi endus penyelundupan sabu 1,6 ton asal Taiwan melibatkan WNI