Jokowi tiba di Afganistan usai bom bunuh diri tewaskan 103 orang
Kedatangan Jokowi disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman dan Kepala Protokol Negara Afghanistan.
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Afganistan. Padahal, sebelumnya, Sabtu (27/1) telah terjadi peristiwa pemboman di negara tersebut.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan rombongan Presiden tiba di Bandara Internasional Hamid Kariadi, Kabul, Afganistan, Senin (29/1) sekira pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 Wib.
Kunjungan ini merupakan kali kedua Presiden Republik Indonesia setelah sebelumnya Presiden Soekarno di tahun 1961 juga mengunjungi Afganistan.
Kedatangan Jokowi disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman dan Kepala Protokol Negara Afghanistan.
Berturut-turut pejabat Afghanistan yang menyambut ialah Wakil Presiden Sarwar Danish, Menteri Luar Negeri Salahudin Rabbani, Menteri Keuangan Eklil Hakimi, Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani, Gubernur Kabul Mohammad Yaqoub Haidan, dan Walikota Kabul Abdullah Habibzal.
Dari bandara, Presiden melanjutkan perjalanan dengan mobil yang telah disediakan menuju Istana Presiden Arg.
Sebelumnya, sekitar 103 orang tewas dan 235 orang dilaporkan terluka setelah peristiwa bom bunuh diri menggunakan mobil ambulans. Peristiwa itu dilaporkan terjadi hanya berjarak sekitar 500 meter dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Afghanistan.
Baca juga:
Jokowi dan Iriana kunjungi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh
Pertengahan Februari, Presiden Jokowi kirim usulan nama bos BI baru ke DPR
Istana soal alumni 212 bersurat ajak Jokowi diskusi: Belum ada
Istana sebut Presiden Jokowi bersikeras ingin ke Afghanistan, pengamanan maksimal
Jelang kedatangan Jokowi, rentetan ledakan terjadi di Kabul