Jokowi terima nelayan, penggunaan alat tangkap cantrang diperpanjang
Jokowi terima nelayan, penggunaan alat tangkap cantrang diperpanjang. Selama masa perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang tersebut, nelayan tidak diperbolehkan menambah kapal. Jika ditambah, pemerintah langsung menenggelamkan kapal itu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima lima orang perwakilan nelayan penolak cantrang di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/1) sore. Ke lima orang itu merupakan perwakilan nelayan yang berada di beberapa daerah di Jawa Tengah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga hadir dalam pertemuan tersebut. Juru Bicara Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI), Hadi Santoso mengatakan, pertemuan itu membahas soal penggunaan alat tangkap cantrang.
Dari pertemuan itu menghasilkan dua keputusan. Pertama, masa penggunaan alat tangkap cantrang diperpanjang tanpa batasan waktu akan tetapi nelayan tidak boleh menambah kapal.
"Yang kedua, bagi yang mau beralih ke alat tangkap akan dibantu pendanaan," kata Hadi, Rabu (17/1).
Terpisah, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono yang turut hadir dalam pertemuan mengatakan Jokowi memperpanjang masa penggunaan alat tangkap cantrang tanpa batasan waktu. Namun, pemerintah tetap mendorong para nelayan agar beralih ke penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan.
"Nanti satu per satu (nelayan) akan diurusi oleh bu Susi," ucapnya.
Selama masa perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang tersebut, nelayan tidak diperbolehkan menambah kapal. Jika ditambah, pemerintah langsung menenggelamkan kapal itu.
"Kapal tidak boleh tambah. Kalau tambah nanti di tenggelamkan," kata dia.
Baca juga:
Tak cabut larangan cantrang, Menteri Susi bentuk Satgas pengawasan peralihan
Luhut soal pelarangan cantrang: Ibu Susi tahu apa yang dia lakukan
Saat Susi naik mobil orasi di depan Istana usai rapat bareng Jokowi
Aksi ribuan nelayan Cantrang geruduk Istana
Menko Luhut: Alat tangkap cantrang bisa digunakan dengan aturan khusus