Jokowi tekankan pentingnya MK sebagai jangkar konstitusi negara
Jokowi tekankan pentingnya MK sebagai jangkar konstitusi negara. Mahkamah Konstitusi menjadi jangkar, menjadi pijar yang menerangi pemahaman sebuah negara. Dalam memahami pandangan awal para pendiri bangsa dalam menyusun konstitusi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia (the Association of Asian Constitutional Courts and Equivalent Institutions/AACC) di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Rabu (9/8).
Simposium yang berlangsung di Hotel Alila Solo 9-10 Agustus, diikuti 13 negara anggota AACC dan 7 negara sahabat dari Asia, Eropa, dan Afrika. Hadir pula 190 peserta dalam negeri yang terdiri dari anggota Komisi III DPR, pejabat kementerian dan lembaga, praktisi hukum, dan para akademisi dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya peran MK dalam menjaga keberlangsungan negara yang berdemokrasi. Apalagi, semakin hari tantangan yang dihadapi beragam. Mulai dari radikalisme, terorisme, perdagangan manusia, kejahatan siber, penyelundupan senjata, perdagangan narkotika dan munculnya generasi milenium dengan pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
"Mahkamah Konstitusi menjadi jangkar, menjadi pijar yang menerangi pemahaman sebuah negara. Dalam memahami pandangan awal para pendiri bangsa dalam menyusun konstitusi. MK yang menginterpretasikan konstitusi sehingga dapat terus menjadi pegangan dan menjadi inspirasi bangsa dalam menjawab tantangan ke depan," katanya.
Jokowi berharap dengan kegiatan Simposium AACC para negara peserta dapat saling belajar dengan pengalaman negara lainnya. Sehingga ke depan hasilnya dapat saling menguatkan kualitas MK masing-masing dan sekaligus menguatkan praktik demokrasi di negara masing-masing.
Baca juga:
Malaysia terpilih jadi pemimpin Mahkamah Konstitusi se-Asia
Kiprah cemerlang Indonesia di kancah Mahkamah Konstitusi Asia
Jadi tuan rumah Simposium AACC, RI berharap bisa berbagi pengalaman
Peserta simposium MK se-Asia bakal dikirab naik kereta kencana
Jadi Presiden MK, Malaysia akan lanjutkan yang baik dari Indonesia