Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi Presiden MK, Malaysia akan lanjutkan yang baik dari Indonesia

Jadi Presiden MK, Malaysia akan lanjutkan yang baik dari Indonesia Acara simposium Mahkamah Konstitusi se-Asia. ©2017 Humas HM

Merdeka.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Malaysia, Raus Sharif terpilih sebagai Presiden Association of Asian Consitutional Court and Equivalent Institutions (AACC) terpilih, menggantikan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Arief Hidayat. Pemilihan disepakati melalui musyawarah mufakat.

Terpilih sebagai Presiden AACC yang baru, Raus Sharif menyanggupi dan akan melaksanakan apa-apa yang baik yang telah dilakukan oleh Indonesia.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Indonesia karena seharusnya kita yang menjadi presiden tahun lalu, tetapi belum bisa makanya Indonesia yang menjabat kembali. Tetapi tahun depan kami sudah menerima dengan sukacita, Malaysia sebagai presiden yang baru dan menjabat selama dua tahun," kata Rauf usai terpilih secara musyawarah mufakat di Hotel Alila, Solo, Selasa (8/8) sore.

Raus Mengatakan, kepemimpinan yang akan dilakukan oleh Malaysia nanti dengan memperbaiki yang kurang serta melanjutkan torehan-torehan positif yang dilakukan oleh President AACC dari Indonesia sebelumnya.

"Kita akan terus memperbaiki apa yang sudah dibuat oleh Indonesia selama menjabat dan banyak rancangan yang sudah dibuat oleh Indonesia. Kita akan meneruskan yang telah dilakukan. Supaya kita menambah ahli lagi untuk konsititusi dan anggota baru untuk join ke AACC," ujarnya dengan logat Malaysia yang kental.

Ditanya apa saja yang akan diperbaiki, Raus mengaku akan segera membahasnya dalam sebuah forum musyawarah yang diadakan di Malaysia.

"Saya belum tahu apa yang harus diperbaiki tetapi kita akan menambah ahli dan kita sudah punyai 3 sekretariat di Indonesia, Turki, dan Korsel. Kita akan melakukan musyawarat di Malaysia," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua MK Arief Hidayat mengatakan terpilihnya Malaysia sudah disepakati pada pertemuan sehari sebelumnya, saat pertemuan tingkat Sekjen. Bahkan pada pertemuan di Bali sudah ada keinginan dari Malaysia untuk memimpin AACC. Sekarang ini setelah tidak ada masalah internal lagi, Malaysia menyanggupinya.

"Setelah dibuka tidak sampai tiga menit langsung disepakati Malaysia yang memimpin AACC. Di Bali pada kongres kedua dulu Malaysia sudah ada keinginan itu, kita hanya mengingatkan itu. Terus Presiden (MK) Turki juga menyampaikan keinginan yang sama supaya bisa diterima. Akhirnya Presiden MK Malaysia Prof Rauf langsung menyanggupi untuk menerima menjadi presiden," ujar Arief Hidayat, di Hotel Alila, Solo, Selasa (8/8) kemarin.

Dalam agenda awal, negara peserta tak hanya memilih Malaysia sebagai pimpinan AACC. Namun juga menyepakati kepemimpinan Kazakstan pada periode berikutnya, kemudian dilanjutkan Mongolia dan term berikutnya Thailand.

"Untuk berikutnya sudah ada kesediaan dari Kazakstan dilanjutkan term berikutnya Mongolia dan Thailand. Jadi untuk pemilihan presiden tidak ada masalah, ini karena atmosfir Solo yang menyebabkan musyawarah mufakat dan lancer," tutur Arief.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP