Jokowi minta semua pihak hentikan polemik pembelian senjata api
Jokowi minta semua pihak hentikan polemik pembelian senjata api. Presiden sudah menginstruksikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto untuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri agar sama-sama menciptakan keamanan dan kondisi politik yang kondusif.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta agar polemik pembelian senjata api tidak menimbulkan kegaduhan di dalam negeri.
Teten menyebut, jika Presiden sudah menginstruksikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto untuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri agar sama-sama menciptakan keamanan dan kondisi politik yang kondusif.
"Presiden minta semuanya harus kondusif. Apalagi di tengah situasi ekonomi global yang sedang lesu. Kalau kemudian di dalam negeri terus gaduh, itu bisa kacau. Saya kira itu pesan Presiden," ucap Teten, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/10).
Teten mengatakan, Presiden juga menyampaikan jangan sampai polemik tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi lesu. Sebab, saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengundang investor ke dalam negeri.
"Kita harus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, dan itu tidak mudah. Tapi kalau politiknya gaduh kan itu tidak kondusif. Jadi, harus dipikirkan kegaduhan politik itu sangat buruk untuk ekonomi kita," kata Teten.
"Sekarang pun kita bisa menjaga stabilisasi 5 persen pertumbuhan ekonomi itu luar biasa. Bagaimana kita menjaga eksisting investor agar tidak kabur, karena pilihan investasi banyak sekali di luar," pungkasnya.
Baca juga:
Menhub pastikan kunjungan Jokowi ke Stasiun Rangkas Bitung tak ganggu jadwal kereta
Minta laporan soal penerimaan negara, Jokowi panggil Sri Mulyani dan dirjen pajak
Gerindra yakin Perppu Ormas bikin Jokowi dicap otoriter dan represif
Jokowi tunggu Polisi 'dor' pengedar obat ilegal
JK: Demokrasi pemerintah tertutup, tak boleh beda pendapat di luar
Jokowi minta praktik suap tak cemari pengawasan obat dan makanan
Ahli tarekat Jami'iyyah dukung Jokowi pimpin Indonesia hingga 2024