Jokowi Minta Jasa Raharja & Sriwijaya Air Segera Selesaikan Santunan Keluarga Korban
Jokowi juga mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan yang telah menemukan serpihan-serpihan hingga kotak hitam (blackbox).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan pemberian bantuan kepada keluarga korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Jasa Raharja dan PT Sriwijaya. Dengan rincian bantuan diberikan sebesar Rp50 juta dari Jasa Raharja dan Rp1,25 miliar dari PT Sriwiaya.
"Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas santunan ini dan segera diselesaikan keseluruhan korban dan penumpang," pesan Jokowi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (20/1).
Jokowi juga mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan yang telah menemukan korban, serpihan-serpihan hingga kotak hitam (black box). Saat ini, tugas tim mencari cockpit voice recorder (CVR) dan korban.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih, apresiasi, penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan yang terdiri Kemenhub, Basarnas, TNI, Polri, dan KNKT, serta seluruh unsur yang tidak bisa saya sebut satu per satu atas kerja keras sejak awal musibah sampai saat ini," ucap Jokowi.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan pada hari terakhir, Senin (18/1/2021) masa perpanjangan pencarian pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ-182, masih belum menemukan cockpit voice recorder (CVR). Tim pencarian hanya menemukan dua bagian tubuh korban serta serpihan pesawat.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Brigjen TNI Rasman MS memaklumi hal tersebut lantaran kondisi cuaca yang kurang mendukung.
"Kita paham bahwa kondisi hari ini memang kurang begitu baik untuk melaksanakan penyelaman yang kemungkinan penyelaman yang dilakukan pagi hari karena masih agak cerah. Namun begitu siang sudah tidak memungkinkan karena kecepatan angin sampai 26 knot," ujar Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Brigjen TNI Rasman MS di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara, Senin (18/1/2021).
Dengan kecepatan angin itu, operasi penyelaman dirasa sangat berbahaya. Oleh karenanya, hasil yang didapat pun cukup berkurang ketimbang hari-hari sebelumnya.
"Itu berbahaya untuk rekan-rekan kita apabila memaksakan untuk menyelam. Sehingga hasilnya tidak begitu banyak. Atau mungkin di bawah juga sudah sangat jauh berkurang," tegasnya.
Baca juga:
Pemerintah Beri Santunan Rp50 Juta untuk 36 Korban Sriwijaya Air SJ 182
Tinjau Posko JICT, Jokowi Minta KNKT dan Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Pesawat
Hari ke-12, Pencarian Sriwijaya Air Difokuskan di Bawah Air
Jasa Raharja Sebut Jokowi Hadiri Penyerahan Santunan ke Keluarga Korban Sriwijaya Air
Hari ke-11 Pencarian Sriwijaya Air, Tim SAR Kumpulkan 14 Kantong Berisi Bagian Tubuh