LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi: Kebijakan Nasional dan Daerah Harus Sensitif Terhadap Kerawanan Bencana

"Ini selalu saya sampaikan berulang-ulang, pencegahan pencegahan, jangan terlambat jangan terlambat," kata Jokowi.

2021-03-03 14:41:06
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta semua pihak tak hanya bersikap reaktif saat bencana terjadi. Dia menekankan perlunya langkah antisipasi dan kebijakan yang terencana dan detail apabila bencana melanda Indonesia.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (3/3/2021).

"Karena itu, kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang-panting ribut atau bahkan saling menyalahkan, seperti itu tidak boleh terjadi," jelas Jokowi.

Advertisement

Jokowi menjelaskan kebijakan risiko bencana terintegrasi harus segera dijalankan bersama. Sehingga tidak ada ego sektoral tiap daerah dalam menangani bencana.

"Semuanya saling mengisi, semuanya saling menutup. Tidak boleh ada yang merasa kalau ini bukan tugasnya, bukan tugas saya, bukan urusan saya. Hati-hati ini bencana. Berbeda dengan hal-hal yang normal," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia meminta agar jajarannya mengutamakan pelaksanaan dan tidak sibuk membuat aturan. Dalam penanganan bencana, yang dilihat oleh masyarakat dari pejabat publik adalah tindakan di lapangan.

Advertisement

"Utama adalah aspek pengendaliannya dan penegakannya standar-standar di lapangan. Misalnya, ini urusan berkaitan dengan gempa, standar bangunan tahan gempa, fasilitas umum dan fasilitas sosial," ungkapnya.

Dia meminta agar hal tersebut dikawal. Tidak hanya itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta agar diperhatikan terkait audit ketahanan dalam bangunan hal tersebut agar sesuai. Sehingga bisa diminimalisir jika terjadi bencana.

"Segera melakukan koreksi dan penguatan apabila tidak sesuai dengan standar-standar yang ada. Dicek dikoreksi lagi," ungkapnya.

Baca juga:
Jokowi: Indonesia di Ranking 35 Negara Rawan Bencana
Kepala BNPB: 3.253 Bencana Terjadi di Indonesia dalam Setahun
Awan Panas Gunung Sinabung Kembali Menyembur 2.000 Meter
BNPB Catat 657 Bencana Terjadi Sejak Januari hingga 1 Maret 2021, Mayoritas Banjir
Maksimalkan Penanganan Bencana, Mensos Minta Pemda Tiadakan Pengadaan Gedung

RI Masuk 35 Negara Rawan Bencana

Indonesia masuk ke daftar 35 negara paling rawan risiko bencana. Bahkan, dari laporan yang diterimanya, Jokowi menyebut sepanjang 2020, Indonesia mengalami 3.253 bencana baik hidrometeorologi maupun geologi.

"Per hari berarti kurang lebih sembilan bencana. Bukan sebuah angka yang kecil, tapi cobaan ujian dan tantangan itu yang harus kita hadapi," katanya.

Untuk itu, dia menegaskan pentingnya pencegahan dan mitigasi bencana sebab jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Sehingga, risiko jumlah korban apabila ada bencana juga sangat besar.

"Ini selalu saya sampaikan berulang-ulang, pencegahan pencegahan, jangan terlambat jangan terlambat. Ini bukan berarti aspek yang lain dalam menajemen bencana tidak kita perhatikan, bukan itu," ujar Jokowi.

Menurut dia, Indonesia telah memiliki rencana induk penanggulangan bencana 2020-2024 melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2020. Dengan adanya aturan ini, diharapkan kebijakan-kebijakan yang dibuat turut memperhatikan aspek kerawanan bencana.

"Tentu saja dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan," tutur Jokowi.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.