Jokowi dituduh PKI: Saya cari enggak ketemu, kalau ketemu saya gebuk
Jokowi dituduh PKI: Saya cari enggak ketemu, kalau ketemu saya gebuk. Jokowi juga heran meski banyak kejanggalan dalam tuduhan tersebut masih ada saja pihak yang percaya. Kejanggalan yang dimaksud adalah pembubaran PKI terjadi pada tahun 1965 saat dirinya berumur empat tahun.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak terima dituding antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di alun-alun barat Kota Serang, Jokowi kembali mengungkapkan kekesalannya.
Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini mengaku terus mencari orang yang menuduh dirinya PKI. "Masa saya dituduh PKI. Tetapi saya cari enggak ketemu-ketemu. Awas kalau ketemu saya gebuk," katanya, Rabu (14/3).
Jokowi juga heran meski banyak kejanggalan dalam tuduhan tersebut masih ada saja pihak yang percaya. Kejanggalan yang dimaksud adalah pembubaran PKI terjadi pada tahun 1965 saat dirinya berumur empat tahun.
"PKI itu bubar 65, lalu saya lahir tahun 61. Masa PKI balita. Logikanya enggak masuk tetapi ada yang percaya," ucap Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan akan menindak munculnya pelbagai gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Jokowi berpegang teguh pada ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 yang telah mengatur dan menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang.
Baca juga:
Presiden Jokowi kumpulkan pimpinan bank umum Indonesia di Istana
KPU sebut Jokowi tak perlu cuti saat kampanye Pilpres
Temui bos bank nasional, Jokowi sentil perbankan RI jangan kalah saing dengan asing
Menkum HAM sebut lewat tengah malam nanti UU MD3 mulai berlaku
Strategi parpol mendompleng popularitas Jokowi demi suara di Pemilu 2019