JK: Suara masjid didengar tetapi tidak dimengerti karena 'speaker' berhadap-hadapan
Wapres memberikan ceramah mengenai keberadaan dan fungsi masjid yang harus kembali ditingkatkan dengan memasang pengeras suara secara strategis.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Kementerian Sosial Jakarta. Dalam acara tersebut, Wapres memberikan ceramah mengenai keberadaan dan fungsi masjid yang harus kembali ditingkatkan dengan memasang pengeras suara secara strategis.
"Sebagai Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia), saya ingin menyampaikan bahwa selama ini suara masjid itu didengar, tetapi tidak dimengerti karena 'speaker' berhadap-hadapan seperti di sini," kata Wapres Jusuf Kalla di Masjid Kemensos Jakarta, Sabtu (26/5).
Posisi pemasangan alat pengeras suara atau "speaker" atau pelantang menjadi penting bagi masyarakat yang beribadah di dalam masjid. Menurut Jusuf Kalla, 80 persen keberadaan umat di masjid adalah mendengarkan khotbah dari pendakwah.
"Kalau kita ke masjid, 80 persen itu waktunya mendengar, 10 persen untuk ibadah, dan 10 persen doa. Maka begitu 'sound system' jelek, maka 80 persen itu hilang khutbahnya itu," tambahnya.
Selain itu, Wapres juga berpesan kepada seluruh masyarakat asal Sulawesi Selatan di Jakarta untuk terus menjaga tali silaturahmi dan mendukung satu sama lain dalam hal baik.
"Dalam kenjaga silaturahim itu kita saling memperingatkan dan mendukung apakah soal pendidikan, soal usaha, dan soal kehidupan sehari-hari. Semua menjadi bagian dari kita untuk menjaga hubungan-hubungan tersebut," ujarnya.
Baca juga:
Wapres JK dukung rencana KPU larang eks napi korupsi nyaleg
JK sebut pemerintah bersama MUI akan buat kode etik mubalig
JK minta DMI makmurkan warga dan hindari radikalisme dan ideologi terorisme
Wapres JK: Masyarakat paham terorisme beri ketakutan dan keributan
Wapres JK minta standarisasi mubalig diatur oleh MUI dan Kemenag
Ceramah di Masjid Sunda Kelapa, JK sampaikan pentingnya peran ulama