JK: Sekarang bawa senjata dianggap teroris, kalau dulu pejuang
JK menghadiri pengukuhan DPP Persatuan Alumni GMNI periode 2015-2020.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri pengukuhan DPP Persatuan Alumni GMNI periode 2015-2020 di Hotel Sahid Jaya. Dalam pidatonya, JK berpesan agar pengurus GMNI bisa menjalankan amanah dan berperan bagi kemajuan bangsa.
"Tugas atau fungsi itu di mana pun hampir sama, bagaimana alumni organisasi mahasiswa melanjutkan cita-cita masa kuliah menjadi cita-cita bersama-sama, kita laksanakan implementasinya di bidang masing-masing," kata JK di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (10/11).
JK menjelaskan, bahwa hari ini merupakan Hari Pahlawan. Bahwa kata pahlawan memiliki arti yang berbeda-beda dalam setiap masanya. Jika saat zaman penjajahan kalimat ini digunakan bagi para pejuang yang mengorbankan jiwa dan raganya dalam berperang mengusir penjajah.
"Hari ini adalah Hari Pahlawan. Bagaimana kita ingat kepahlawanan. Di tahun 1945 perjuangan dengan fisik dan senjata. Kalau sekarang bawa senjata masyarakat di kampung bisa dianggap teroris, kalau dulu bawa senjata dianggap pejuang," jelas JK.
Namun pada era modern saat ini, lanjut JK, gelar pahlawan hanya layak diberikan pada seorang yang telah memberikan pengabdian. Bukan mereka yang sembarangan membawa senjata.
"Pahlawan itu bagaimana pengorbanannya. Apakah di bidang pendidikan, di bidang pengetahuan atau di bidang sosial," terangnya.
Baca juga:
JK hadiri pengukuhan pengurus PA GMNI di Hotel Sahid
Hari Pahlawan, JK tabur bunga makam Adam Malik hingga Taufiq Kiemas
Jokowi dan JK bakal melawat ke Manila & Turki pekan depan
Pesawat AS mendarat di Tarakan tanpa izin, ini kata Wapres JK
Jokowi-JK turun tangan kisruh sampah Jakarta beres