JK: Pelemahan KPK terjadi dari dalam
"Cerita Rumah Kaca lah, apalah, macam-macam lah, faktor politik lah," ujar JK.
Sejak kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri, yang diawali karena penetapan status tersangka oleh KPK kepada calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan, indikasi pelemahan terhadap lembaga anti rasuah tersebut terus bermunculan.
Puncaknya, sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan Komjen Budi Gunawan terhadap KPK. Hakim Sarpin menyatakan penetapan Komjen BG sebagai tersangka oleh KPK tidak sah secara hukum.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) justru melihat pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) muncul dari internal KPK sendiri.
"KPK bisa melemah adalah faktor dari dalam. Kalau ini faktor dari dalam, karena itulah Anda tahu semua ceritanyalah. Cerita Rumah Kaca lah, apalah, macam-macam lah, faktor politik lah," ujar JK di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Terkait dengan pernyataan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki yang mengakui kekalahan KPK setelah kasus Komjen Budi Gunawan yang ditangani KPK secara resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), JK mengatakan, hal tersebut bukan menunjukkan siapa kalah, siapa menang, melainkan bentuk ketaatan terhadap hukum.
"Saya kira bukan kalah menang. Siapa kalah menang? Kalau hukum mengatakan itu ada kalah menang, nggak? Nggak kan. Karena itu keputusan pengadilan. Bukan dikalahkan. Ya dibenarkan. Kalau pengadilan itu bukan dikalahkan, dibenarkan bahwa ini yang benar dan ini tidak benar. Ini masalah hukum saja. Bukan kalah-benar, bukan pertarungan kan," ucap JK.
Baca juga:
Cerita guru bejat di Riau cabuli siswi bermodus tebak-tebakan
9 Tempat ini sempat jadi saksi bisu kebiadaban umat manusia
5 Fakta tragis, pacar gelap mata bunuh kekasih di kuburan China
Pegawai KPK demo depan Ruki: Saat masuk KPK apakah siap untuk mati?
Artis-artis cantik ini pernah terekam bugil di kamar mandi
Miris, Gadis Ini Dikurung karena Sakit Jiwa Usai Aborsi
Jangan lewatkan:
5 Wanita cantik paling kaya sejagat, hartanya ratusan triliun Rupiah
Haji Lulung gerah sampai lapor polisi soal 'SMS panik'
Gaya cetar membahana Syahrini bikin penyidik terpesona
Awas, ini bahaya konsumsi obat-obatan herbal
Ahok: Saya minta maaf ke warga atas tontonan politik yang lucu ini
Balita Ini Meninggal Usai Membaca Surat An-Naba