LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

JK minta pejabat daerah lebih perhatikan pengusaha lokal

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka dialog ekonomi dalam rangka rapat pimpinan provinsi (Rapimprov) III Kadin Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, JK berpesan agar pemangku jabatan memberikan peluang lebih bagi pelaku usaha lokal.

2017-01-24 13:53:04
Wapres Jusuf Kalla
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka dialog ekonomi dalam rangka rapat pimpinan provinsi (Rapimprov) III Kadin Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, JK berpesan agar pemangku jabatan memberikan peluang lebih bagi pelaku usaha lokal.

"Utamakanlah pengusaha pribumi memang agak lamban tapi tidak jelek. Kita tidak mau negara ini nanti dibilang anti-Pancasila, bukan seperti itu," ujar JK, di Bandung, Selasa (24/1).

Dia menegaskan permintaannya untuk memprioritaskan pengusaha lokal bukan berarti mendiskreditkan pengusaha asing. Menurutnya, sejauh ini lahan pengusaha lokal masih sangat sedikit. Hal inilah dianggap JK kurang mengimplementasikan nilai sila ke-5 yakni 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'.

"Jangan lihat Pancasila secara Pancasila tapi silanya, 'Ketuhanan Yang Maha Esa sampai sila ke-5. Semua orang menerima itu tapi pelaksanaannya semakin dibahas semakin gimana ya hanya sila terakhir yang masih harus lebih dilaksanakan," tuturnya.

Kendati demikian, JK juga mengingatkan kepada pengusaha lokal baik skala kecil ataupun menengah dan warga Jawa Barat agar setidaknya tidak asal menjual lahan tanah mereka.

Setidaknya, imbuhnya, lahan yang dimiliki bisa dijadikan modal sebagai usaha jika ada investor atau pengusaha besar yang ingin membangun pabrik. Terlebih lagi dinilai JK, Jawa Barat merupakan wilayah perekonomiannya bergerak dari sektor kepabrikan.

"Kalau soal lahan itu jangan terlalu mudah untuk menjual nanti penghasilannya habis. Lebih baik ya kerjasama bagi hasil jadi ya menyewakan menyewakan (lahan) sehingga kalau ada industri modalnya yang punya tanah, di situ jadi dividen. Bukan hanya jual habis beli mobil beli apa nanti jadi buruh lah," tandasnya.

Baca juga:
Dorong ekonomi masyarakat, BTN siapkan 10 rumah kreatif UMKM
Omzet UMKM bisa meningkat dua kali jika manfaatkan internet
Kini koperasi simpan pinjam bisa salurkan KUR
Cuti bersama 2017 ditambah, para karyawan diharapkan bisa piknik
Rumah Indonesia, ajang promosi produk dalam negeri di Spanyol

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.