JK: Heli SuperPuma masih sangat layak
"Saya belum tahu itu, saya tidak tahu proses pembelian," kata JK.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli sejumlah helikopter baru guna menunjang kegiatan kepresidenan.
Heli yang diincar tersebut adalah AgustaWestland AW101, yang diklaim sebagai kendaraan udara jenis terbaru di dunia dengan kisaran harga mencapai USD 25 juta per unit.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku belum mengetahui rencana pembelian helikopter kepresidenan tersebut.
"Saya belum tahu itu, saya tidak tahu proses pembelian," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (27/11).
Menurut JK, Helikopter SuperPuma yang selama ini digunakan untuk kunjungan kerja, baik oleh Presiden Joko Widodo maupun dirinya, dinilai masih sangat layak digunakan.
"Namun yang kita bisa pakai itu helikopter SuperPuma yang kita beli pada zaman Gusdur, berarti itu baru 15 tahun dan masih sangat layak, itu saja. Saya tidak tahu pembelian yang baru," imbuh JK.
JK menegaskan, helikopter SuperPuma yang biasa digunakannya itu masih tergolong baru, yakni baru sekitar 15 tahun digunakan sehingga kondisinya dinilai masih layak pakai.
"Tapi helikopter yang biasa saya pakai dan Pak Jokowi yang pakai itu SuperPuma yang sangat bagus ukurannya sangat bagus dan itu baru," tegas JK.
Baca juga:
Soal dana beli heli untuk Jokowi, Menteri Pratikno disebut offside
Rugikan negara & tabrak UU, DPR minta Jokowi jelaskan heli asing
TNI AU tuding ada politisasi pembelian helikopter buat Jokowi
Kasau tegaskan Presiden Jokowi tak minta beli Heli AW-101
Kecanggihan helikopter EC 725 PTDI dibanding AW 101 pilihan Jokowi