LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

JK bilang Petobo dan Balaroa masuk zona merah, harus direlokasi

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan, ada beberapa wilayah pascagempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah yang harus direlokasi. Dia menjelaskan, dua wilayah tersebut yaitu Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa.

2018-10-09 18:03:04
Gempa
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan, ada beberapa wilayah pascagempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah yang harus direlokasi. Dia menjelaskan, dua wilayah tersebut yaitu Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa.

"Ya itu harus tidak bisa lagi, secara keadaan secara ilmiah memang itu daerah zona merah tidak bisa dihentikan," kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (9/10).

Dia menjelaskan, pihaknya bersama pemerintah setempat sedang mempersiapkan tempat relokasi yang layak. Tetapi, JK belum merinci di mana relokasi tersebut akan dilakukan.

Advertisement

"Harus direlokasi dan sudah disiapkan. Gubernur," papar JK.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, masih banyak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tertimbun belum terevakuasi. Salah satu lokasi yang sulit dievakuasi adalah di Perumnas Balaroa.

Menurut dia, alat berat untuk evakuasi korban masih belum dapat dioperasikan di wilayah tersebut. Pasalnya, kondisi tanah di sana berpotensi amblas ketika diberi beban berlebih.

Advertisement

"Di Balaroa di kompleks perumnas itu ambles. Itu memang timbul masalah. Alat berat bisa tenggelam karena masih lunak tanahnya," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Selain itu, lokasi lain yang juga sulit untuk melakukan evakuasi adalah Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Wiranto mengatakan, Petobo merupakan wilayah yang hancur karena fenomena likuifaksi.

Karena kondisi ini, pemerintah mengusulkan agar kawasan tersebut menjadi monumen kuburan massal. Dia pun sudah berkoordinasi dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat di sana terkait penghentian pencarian jenazah.

"Kami juga harus memutuskan kapan pencarian jenazah akan dihentikan. Lalu diputuskan kapan daerah itu dijadikan makam massal," ujarnya.

Baca juga:
Melihat dari udara Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman usai dihantam tsunami Palu
Lokasi likuifaksi di Palu akan dibangun ruang terbuka hijau dan monumen
MUI terima bantuan Rp 7,6 M dari Taiwan untuk korban bencana Sulawesi Tengah
Basarnas kerahkan 5 ekskavator, 14 jenazah dievakuasi dari Balaroa Palu
BKN tunda seleksi CPNS 2018 di daerah terdampak bencana Sulawesi Tengah

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.