Jika tak bisa bersaudara dalam iman, bersaudaralah dalam kemanusiaan
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengingatkan, jika tak bisa bersaudara dalam iman, bersaudaralah dalam kemanusiaan. Pemkot Bandung membentuk Satgas Toleransi Lintas Agama untuk menjamin ketenangan warga saat melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan. Satgas ini terdiri dari semua unsur agama di Indonesia.
Toleransi di Indonesia yang terlahir atas dasar keberagaman akan suku, budaya, bahasan, dan agama, tengah diuji. Sejumlah tokoh mengingatkan untuk mengedepankan proses dialog dalam menyikapi persoalan.
"Indonesia negeri beragam. Lahir lebih 700 bahasa, banyak suku bangsa. Kita harus ingat. Jika tidak bisa bersaudara dalam keimanan, bersaudaralah dalam kemanusiaan," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Selasa (20/12).
Kang Emil sapaan akrabnya, meminta warga Bandung tidak takut lagi jika ada pihak-pihak yang coba menghalang-halangi pelaksanaan kegiatan keagamaan. Pemkot Bandung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Toleransi Lintas Agama Kota Bandung untuk menjamin ketenangan warga saat melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan. Satgas ini terdiri dari beberapa unsur, mulai dari kepemudaan, organisasi keagamaan dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu.
"Jika ada warga Bandung punya kegalauan, kerisauan, kecemasan (keberagamaan) oleh sesuatu kelompok, silakan nanti kontak Satgas Toleransi ini. Ini sebagai ekstra perlindungan terhadap keyakinan beribadah di Kota Bandung," kata Emil.
Hadir dalam acara tersebut, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, Kepala Kanwil Kemenag Kota Bandung, serta perwakilan dari setiap agama.
Kang Emil menegaskan, pelaksanaan ibadah merupakan hak setiap warga negara. Karena itu negara harus hadir untuk melindunginya. Apalagi kegiatan keagamaan juga dilindungi undang-undang.
Aparat keamanan serta seluruh unsur lainnya akan memberikan jaminan, warga tetap nyaman saat melaksanakan kegiatan keagamaan selama sesuai aturan yang berlaku. "Tak boleh tinggal diam jika masih ada warga negara yang hidup ketakutan," imbuhnya.
Baca juga:
Kang Emil minta pelayan toko tak dipaksa pakai atribut Santa Claus
Pemkot minta pengusaha tak suruh karyawan Muslim beratribut Natal
Menag sebut Fatwa MUI berprinsip pada toleransi
Pria kaya muslim belikan pohon Natal besar bagi warga Kristen Irak
Ridwan Kamil: Bandung cinta damai, jangan dirusak sekelompok orang