Jika jadi Gubernur Jatim, Khofifah akan nego pemerintah bantu Madrasah Diniyah
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa menilai persoalan terkait Madrasah Diniyah disebabkan sejumlah aspek. Yaitu problem infrastruktur, kesejahteraan guru dan kesetaraan ijazah.
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa menilai persoalan terkait Madrasah Diniyah disebabkan sejumlah aspek. Yaitu problem infrastruktur, kesejahteraan guru dan kesetaraan ijazah.
Menurutnya, untuk menuntaskan persoalan tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, namun juga melibatkan pemerintahan pusat. Hal itu dia ungkapkan dalam debat publik Pilkada Jatim bertema kesejahteraan rakyat.
"Saya ingin menegosiasikan dengan pemerintah pusat bahwa BOS (bantuan operasional sekolah) seyogyanya juga berlaku untuk Madrasah Diniyah," ujar Khofifah di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (10/4).
Selain itu juga persoalan Madrasah Diniyah tidak akan tuntas jika hanya mengandalkan bantuan operasional sekolah daerah. Sehingga peran pemerintah pusat dalam hal ini diperlukan.
"Kalau hanya mengandalkan BOSDA, madrasah akan keteteran sementara kesejahteraan para guru juga membutuhkan," terangnya.
Melengkapi pernyataan Khofifah, Cawagub Emil Dardak mengatakan hingga saat ini bantuan untuk Madrasah Diniyah hanya melalui BOSDA, sedangkan bantuan Pemda tersebut belum sepenuhnya bisa menuntaskan persoalan. Solusi yang dia tawarkan adalah melakukan perubahan terhadap aturan mendasar.
"Undang-undang yang sudah ada harus direvisi," terangnya.
Baca juga:
Cara Khofifah - Emil tingkatkan kemampuan tenaga kerja termasuk TKI asal Jatim
KPU ingin mengenalkan sosok Paslon Gubernur Jatim lewat debat kandidat
Paparkan visi dan misi, Khofifah ingatkan pesan Gus Dur
Relawan Jaringan Kemandirian Nasional ajak warga Jatim pilih Gus Ipul-Puti
Polisi temukan 20 akun di medsos provokatif jelang debat Pilgub Jatim