Jeremy: Saya prihatin dan kecewa, tetapi harus patuh hukum
Keterlibatan Axel dalam jerat kasus yang dijalaninya sekarang lantaran merespons tawaran dari seseorang bernama Dimitri, melalui telepon selularnya. Yang kemudian dijadikan alat bukti polisi untuk menjerat keterlibatan Axel dalam pemesanan obat penenang seharga Rp 1,5 juta.
Jeremy Thomas, ayah dari Axel Matthew (19), menyayangkan pergaulan putranya yang dinilai ceroboh, lantaran terjerat kasus narkoba. Menurutnya Axel masih belum banyak pengalaman dan butuh pendampingan untuk melewati proses hukum yang sedang berjalan di Kepolisian saat ini.
"Saya prihatin terhadap putra saya, dia masih 19 tahun. Mungkin yang namanya anak muda, biasa lah mas. Nyoba beli online, jumlahnya juga tidak terlalu besar, hanya Rp 1,5 juta," kata Jeremy di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Rabu (19/7).
Dijelaskannya, keterlibatan Axel dalam jerat kasus yang dijalaninya sekarang lantaran merespons tawaran dari seseorang bernama Dimitri, melalui telepon selularnya. Yang kemudian dijadikan alat bukti polisi untuk menjerat keterlibatan Axel dalam pemesanan obat penenang seharga Rp 1,5 juta.
"Saya prihatin sekali, terhadap kecerobohan Axel juga yang tidak bisa memilah-milah teman, terhadap Axel juga yang belum bisa menentukan sikap mana yang harus direspons mana yang tidak, saya prihatin dan kecewa. Tapi dalam kondisi ini, kami harus patuh hukum," ucapnya.
Meski begitu, Jeremy meyakinkan akan terus mendampingi putranya untuk menjalani proses hukum. Semalam hingga siang tadi Axel telah menjalani proses berita acara pemeriksaan (BAP) di Polresta Bandara Soekarno Hatta, sebelum dibawa ke rutan Mapolda Metro Jaya.
Baca juga:
Pengacara sebut Axel transfer Rp 1,5 juta buat beli obat penenang
Polisi: Axel ngaku pesan 'barang' & transfer Rp 1,5 juta ke temannya
Ditawari teman masa kecil, Jeremy Thomas akui Axel mau coba narkoba?
Polisi bakal tahan Axel Thomas karena transfer uang ke tersangka
Anak Jeremy Thomas resmi dijebloskan ke rutan Polda Metro