LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jepang Peringatkan Adanya Potensi Teror, BIN Minta Masyarakat Tak Khawatir Berlebihan

BIN melakukan langkah antisipatif terhadap potensi ancaman aksi terorisme di wilayah Indonesia dengan terus mengoptimalkan deteksi dini dan cegah dini, serta mengembangkan partisipasi masyarakat melalui sistem lapor cepat.

2021-09-17 09:44:18
Badan Intelijen Negara
Advertisement

Badan Intelijen Negara (BIN) merespons peringatan dini Jepang kepada warganya di Asia Tenggara untuk mewaspadai potensi aksi teror di fasilitas publik. Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, meminta supaya masyarakat Indonesia tak perlu khawatir. Pasalnya hal itu dianggapnya merupakan langkah yang wajar.

Kendati belakangan diketahui peringatan dini itu tak menyasar Indonesia, Wawan mengatakan masyarakat tetap perlu waspada terhadap aksi-aksi teror.

"Adanya peringatan dari Pemerintah Jepang terkait potensi ancaman teror di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara merupakan hal yang wajar dilakukan oleh negara lain sebagai upaya untuk melindungi warga negaranya. Masyarakat diharapkan dapat menyikapi informasi tersebut secara bijak. Masyarakat tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan, namun tetap perlu untuk membangun kewaspadaan," kata Wawan dalam keterangannya, Jumat (17/9).

Advertisement

Menurutnya, BIN melakukan langkah antisipatif terhadap potensi ancaman aksi terorisme di wilayah Indonesia dengan terus mengoptimalkan deteksi dini dan cegah dini, serta mengembangkan partisipasi masyarakat melalui sistem lapor cepat.

"BIN juga bersinergi dengan aparat keamanan lainnya seperti Polri, TNI, dan BNPT guna mencegah potensi ancaman terorisme," ujar Wawan.

Wawan memastikan aparat keamanan akan terus siaga dalam upaya melindungi warganya maupun warga negara asing di Indonesia.

Advertisement

"Sebagaimana warga negara kita juga dilindungi aparat keamanan di negara tersebut. Semua bekerjasama dan bersinergi secara berkelanjutan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BNPT Boy Rafli Amar memaklumi kekhawatiran Jepang. Namun begitu, dia menyatakan pemerintah Indonesia selama ini telah melakukan pencegahan terorisme, penegakan hukum, dan kerja sama internasional sesuai mandat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

"Perlunya kewaspadaan bersama, karena jaringan terorisme terus berupaya untuk melaksanakan aksinya di ruang publik," tutur Boy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/9).

Menurut Boy Rafli, BNPT sejak awal terus melakukan upaya pencegahan aksi terorisme lewat kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Keseluruhannya pun melibatkan masyarakat, baik itu akademisi, praktisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

"Preventive justice telah dilakukan. Sejak bulan Januari 2021 sampai September 2021 sebanyak 320 orang lebih telah ditindak oleh Densus 88. Secara kuantitas, aksi teror di Indonesia berkurang," jelas dia.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kepala BNPT Sebut Indonesia Buka Komunikasi dengan Jepang Terkait Waspada Teror
Menerka Alasan Kemenlu Jepang Terbitkan Waspada Peningkatan Teror di Indonesia
Kemlu Konfirmasi Kedubes Jepang Soal Ancaman Teror: Mereka Tak Keluarkan Warning Itu
Jepang Peringatkan Warganya Ada Potensi Teror di Asia Tenggara Termasuk Indonesia
Jepang Informasikan Ancaman Teror, Mabes Polri Sebut Densus 88 Selalu Siaga

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.