LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jenderal Hoegeng Menangis Dilarang Soeharto Jadi Saksi Nikah Prabowo-Titiek

Kedekatan Hoegeng dengan Soemitro sudah berlangsung lama. Bahkan, ayah mereka berdua juga sahabatan. Sudah lama pula, Soemitro meminta Hoegeng menjadi saksi pernikahan Prabowo.

2023-06-27 04:31:00
Hoegeng
Advertisement

Jenderal Hoegeng pernah menangis jelang pernikahan Prabowo Subianto. Hoegeng memang dekat dengan ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo.

Kedekatan Hoegeng dengan Soemitro sudah berlangsung lama. Bahkan, ayah mereka berdua juga sahabatan. Sudah lama pula, Soemitro meminta Hoegeng menjadi saksi pernikahan Prabowo.

Berita lengkap mengenai Prabowo Subianto bisa diakses di Liputan6.com

Advertisement

Suatu pagi, beberapa hari jelang pernikahan Prabowo-Titiek, Soemitro datang ke rumah Hoegeng. Mereka saling bersenda gurau hingga Soemitro menceritakan rencana pernikahan Prabowo. Namun, nada bicara Soemitro berputar-putar. Hoengeng pun memotong pembicaraan Soemitro.

"Sudahlah Mit enggak usah sungkan, Saya bersedia kok jadi saksi pernikahan Bowo. Itu kan sesuai janji kita dulu," kata Hoegeng seperti dalam buku Lahir sebagai Petarung karya Panda Nababan.

Advertisement

Hoegeng Menangis

Soemitro pun bingung untuk mengatakan kepada Hoegeng. Soemitro akhirnya menjelaskan kalau Presiden Soeharto melarang Hoegeng untuk hadir ke acara pernikahan Prabowo-Titiek.

"Seharian saya dan Pak Harto rapat tapi rupanya Pak Harto enggak berkenan kamu hadir dalam acara pernikahan nanti. Saya mohon maaf, Geng," kata Soemitro.

Sehabis ucapan itu, Soemitro menangis. Tangis sang mantan Kapolri pun ikut pecah. Dramatis dan tragis.

Hubungan Hoegeng dengan Soeharto memang renggang setelah Hoegeng mengusut kasus korupsi yang menyeret keluarga presiden. Hoegeng dicopot dari jabatan Kapolri. Tak hanya itu, hidup Hoegeng juga dipersulit.

Bahkan, telepon rumah Hoegeng disadap. Namun, Hoegeng tidak sakit, tetapi justru bangga.

"Saya bangga jadi korban politik," katanya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.