LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jembatan Penghubung Aceh Timur dan Gayo Lues Ambruk Diterjang Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menyatakan jembatan lintas provinsi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues ambruk diterjang banjir.

2022-01-04 19:17:16
Banjir
Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menyatakan jembatan lintas provinsi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues ambruk diterjang banjir.

"Jembatan di antara Desa Kliet dan Desa Beurandang, Kecamatan Ranto Pereulak tersebut putus setelah diterjang banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Selasa (4/1).

Baca juga:
Penampakan Banjir Parah Melanda Kota Lhoksukon di Aceh Utara
Banjir Kian Parah, Pemkab Aceh Utara Tetapkan Status Darurat Bencana

Advertisement

Ashadi mengatakan, ketinggian air saat banjir di wilayah tersebut mencapai satu meter di atas badan jalan. Akibat jembatan yang ambruk itu, warga di tiga kecamatan terisolasi.

"Warga tiga kecamatan yang terisolasi tersebut, yakni Kecamatan Peunarun, Kecamatan Serbajadi dan sebagian besar wilayah Kecamatan Ranto Peureulak," kata Ashadi.

Advertisement

Masyarakat Terpaksa Gunakan Rakit

Ashadi mengatakan, masyarakat menyiapkan rakit atau perahu getek untuk mengangkut kendaraan dan warga yang melintas. Namun, untuk kendaraan roda empat belum bisa melintas.

Selain jembatan penghubung antarkabupaten itu, jembatan antardesa di Kecamatan Indra Makmur dan di Kecamatan Idi Tunong juga ambruk dihantam banjir.

Sementara itu, di Desa Buket Seulemak, Kecamatan Bireum Bayeun, badan jalan tertimbun longsor setinggi tujuh meter. Begitu juga di Desa Alue Sentang, badan jalan tertimbun longsor setinggi empat meter.

"Banjir tidak hanya merusak jalan dan jembatan, tetapi juga fasilitas umum lainnya. Banjir juga menelan dua korban jiwa, yaitu bocah berusia delapan dan 13 tahun diseret arus banjir," kata Ashadi.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.