Jelang Ramadan, Polsek Cisauk Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, 27 Penghibur Diamankan
Polisi berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Kepolisian Sektor Cisauk, Polres Tangerang Selatan, menggelar razia di sebuah tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (23/2) dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 27 orang dewasa, terdiri dari 14 pria dan 13 wanita penghibur, yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, menyatakan bahwa razia ini adalah bagian dari operasi penyakit masyarakat yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan menjelang bulan suci Ramadan.
“Mari sama-sama jaga kampung kita dari segala ancaman dan potensi penyakit masyarakat,” ujar AKP Dhady Arsya dalam keterangan resminya.
Razia ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya tempat hiburan malam di Kampung Rancasaga, Kelurahan Setu, yang diduga menjadi sarang prostitusi.
Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian kemudian meluncurkan operasi dan menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas ilegal di tempat tersebut.
“Di lokasi tersebut, kami menemukan 27 orang dewasa, terdiri dari 14 pria dan 13 wanita penghibur, serta barang bukti lainnya seperti 28 botol minuman keras, 5 alat kontrasepsi, dan 15 pelumas aktivitas dewasa,” jelas Kapolsek.
Setiap ruang di tempat hiburan tersebut diperiksa oleh petugas untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terlewatkan.
Setelah pemeriksaan, puluhan orang yang tidak memiliki hubungan suami istri tersebut digelandang ke Mapolsek Cisauk untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa razia ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga ketertiban dan mencegah tindakan kriminal lainnya, seperti pencurian dengan kekerasan, narkotika, dan tindak pidana lainnya.
AKP Dhady Arsya menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan selama bulan Ramadan. "Kami akan terus melakukan operasi di berbagai titik rawan untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk dan aman," ujarnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat menjaga lingkungan dan mematuhi aturan hukum untuk menciptakan suasana yang kondusif selama bulan suci.
Dengan adanya operasi ini, diharapkan dapat mengurangi potensi penyakit masyarakat yang mengganggu ketentraman, terutama menjelang Ramadan. Polisi berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.