LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang 17 Agustus, Kemenkes Siapkan Hasil Sero Survei jadi Basis Kebijakan Pandemi

Hasil sero survei diperkirakan keluar pada pekan ketiga atau keempat Juli 2022. Menurut Budi, hasil sero survei ini akan menjadi basis pengambilan kebijakan jelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

2022-06-13 20:26:14
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Advertisement

Kementerian Kesehatan berencana kembali melakukan sero survei di Indonesia. Sero survei ini untuk mengetahui kadar antibodi masyarakat terhadap Covid-19.

"Kemenkes sekali lagi akan melakukan sero survei di bulan Juni-Juli," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (13/6).

Hasil sero survei diperkirakan keluar pada pekan ketiga atau keempat Juli 2022. Menurut Budi, hasil sero survei ini akan menjadi basis pengambilan kebijakan jelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Advertisement

"Sehingga sebelum 17 Agustus kemerdekaan, kita bisa mengambil kebijakan berbasis data mengenai bagaimana penanganan pandemi ke depan," jelasnya.

Sebelumnya, Budi memprediksi Indonesia menghadapi puncak gelombang subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pada pertengahan Juli 2022. Namun puncak gelombang kali ini diperkirakan tidak setinggi Delta dan Omicron.

Prediksi Budi merujuk pada puncak gelombang Omicron BA.4 dan BA.5 yang melanda Afrika Selatan.

Advertisement

"Hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron," katanya.

Dari sisi hospitalisasi, Omicron BA.4 dan BA.5 tidak memicu banyak pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Perkiraan sementara, hospitalisasi Omicron BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari Delta dan Omicron.

Sementara angka kematian, diperkirakan hanya sepersepuluh dari Delta dan Omicron. Meski demikian, Budi mengakui Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki tingkat penularan yang cepat sehingga memicu lonjakan kasus Covid-19.

"Jadi walaupun memang varian BA.4 dan BA.5 ini menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara di dunia, tetapi puncak dari kenaikan kasusnya maupun hospitalisasinya, kematiannya jauh lebih rendah dibandingkan Omicron yang awal," jelasnya.

Baca juga:
Menkes Sebut Pasien BA.4 dan BA.5 yang Sudah Booster Bergejala Ringan
Data Covid-19 di Indonesia 13 Juni: Kasus Positif Bertambah 591
Kasus Harian Covid-19 Meningkat, Pemerintah Klaim Masih Baik Dibandingkan Negara Lain
Muncul Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Tetap Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka
Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Terjadi Pertengahan Juli 2022
Bukan Gara-Gara Arus Mudik, Ini Pemicu Lonjakan Omicron BA.4 di DKI

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.