Jasad Pria Gorong-gorong Bandung Ditemukan, Diduga Tewas Tersengat Listrik
Polisi mengevakuasi jasad pria di gorong-gorong Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Diduga tewas tersengat listrik, penemuan Jasad Pria Gorong-gorong Bandung ini membuat warga penasaran akan penyebab pasti kematiannya.
Polrestabes Bandung mengevakuasi jasad seorang pria yang ditemukan di dalam gorong-gorong Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada Rabu, 15 April. Penemuan ini memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.
Korban, yang kemudian diidentifikasi sebagai Riki Supriatna (30), warga Kabupaten Bandung, diduga meninggal dunia akibat sengatan listrik. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat pemeriksaan awal.
Jasad Riki pertama kali ditemukan oleh dua petugas PLN yang sedang melakukan penggalian untuk memperbaiki kebocoran kabel bawah tanah. Penemuan tak terduga ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.
Penemuan Mengejutkan dan Identifikasi Awal
Kapolsek Bandung Kidul, Kompol Sulardjo, menjelaskan bahwa penemuan jasad bermula dari aktivitas perbaikan kabel PLN. Petugas PLN menemukan tubuh korban saat menggali gorong-gorong di lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, tim kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses identifikasi awal berhasil mengungkap identitas korban.
Korban diketahui bernama Riki Supriatna, berusia 30 tahun, dan beralamat di Kampung Cimantri, Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Informasi ini menjadi titik awal penyelidikan polisi.
Dugaan Penyebab Kematian dan Barang Bukti
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh Riki Supriatna. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh tindak kekerasan.
Kompol Sulardjo menyatakan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat sengatan listrik. Dugaan ini muncul berdasarkan kondisi di lokasi dan tidak adanya tanda-tanda lain yang mencurigakan.
Di lokasi penemuan, polisi juga menemukan sebuah tas cokelat yang diduga milik korban. Tas tersebut berisi sejumlah peralatan seperti gunting, golok, gergaji besi, obeng, uang koin, jaket hitam, dan sarung.
Polisi menduga korban masuk ke gorong-gorong untuk melakukan aktivitas tertentu, kemungkinan besar untuk memotong kabel PLN yang ada di bawah tanah. Keberadaan peralatan tersebut mendukung teori ini.
Penyelidikan Berlanjut untuk Kepastian
Pihak kepolisian memastikan bahwa korban tidak terbawa arus air saat hujan deras terjadi, mengingat lokasi penemuan berada di dalam gorong-gorong. Kondisi ini memperkuat dugaan aktivitas spesifik korban di sana.
Hingga saat ini, Polrestabes Bandung masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian Riki Supriatna. Proses ini melibatkan pengumpulan bukti dan keterangan saksi.
Penyelidikan mendalam diharapkan dapat mengungkap kronologi lengkap kejadian dan memberikan kejelasan mengenai insiden tragis ini. Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus Jasad Pria Gorong-gorong Bandung ini.
Sumber: AntaraNews