LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jalur kereta Babat-Jombang akan diaktifkan lagi, berpotensi konflik

Pemkab Lamongan berkeinginan membuat jalur rel baru. Sedangkan KAI ingin mengaktifkan lagi jalur lama.

2015-09-30 18:51:24
PT KAI
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur berencana mengaktifkan kembali jalur kereta api Babat-Jombang. Ada dua opsi, yang pertama mengaktifkan kembali jalur rel lama dan kedua membuat jalur rel baru.

Terkait opsi pertama, yang menjadi kendala saat ini sudah banyak berdiri bangunan di atas bantaran rel yang memang telah lama tidak terpakai alias mati. Sehingga jika opsi ini diambil, tentu besar kemungkinan terjadi konflik.

Penjabat Bupati Lamongan Wahid Wahyudi mengaku lebih condong membuat jalur baru meski rutenya lebih panjang dari jalur lama, serta memerlukan upaya pembebasan lahan.

"Sebab mempunyai nilai bisnis tinggi dan memenuhi azas keselamatan, karena membentang sepanjang 84,87 kilometer melewati tujuh stasiun, 13 lintasan sebidang dan 8 sungai," ucapnya kepada Antara, Rabu (30/9).

Wahid yang juga masih menjabat Kepala Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jawa Timur mengaku, meski dirinya condong memilih jalur baru, namun PT KAI lebih memilih mengaktifkan kembali jalur lama.

"Dalam pertemuan sebelumnya, PT KAI mengaku lebih baik menggunakan jalur lama karena akan lebih mudah dalam proses pembebasan lahannya," lanjutnya.

Selain itu, jalur lama berada di lahan yang menjadi milik PT KAI dan lebih pendek, yakni membentang sepanjang 72,44 kilometer melewati 6 stasiun, 13 lintasan sebidang dan 8 sungai.

"Namun di jalur lama ini sekarang sudah berdiri banyak bangunan, juga ada Puskesmas dan Polsek Kedungpring," ucapnya.

Oleh karena itu, Wahid berencana akan meminta konsultan untuk kembali bekerja membuat rencana yang lebih rinci, sehingga alternatif yang diambil akan menguntungkan semua pihak dan memberi manfaat.

"Konsultan akan diminta membuat grafik prediksi konsumen pengguna jalur itu hingga 20 tahun ke depan. Sebab jalur ini diperkirakan digunakan 3.500 penumpang dan 9.000 arus barang setiap harinya," ucapnya.

Dia berharap, dengan adanya jalur rel Babat-Jombang bisa mengembangkan wilayah selatan menjadi wilayah yang maju, dan menyejahterakan masyarakat.

Baca juga:
PT KAI luncurkan KA Joglokerto, relasi Solo Balapan-Purwokerto
Tiru Jepang, Menhub Jonan harap KAI rambah bisnis properti
KRL tabrakan, Rp 20 miliar melayang
Kereta Pelabuhan Tanjung Priok ditarget beroperasi Februari 2016
Seksinya Aura Kasih saat hibur penumpang di dalam gerbong KRL

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.