LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jaga perbatasan RI-Malaysia, TNI pakai drone bisa mendarat di air

Pesawat jenis ini merupakan salah satu karya anak bangsa yang diproduksi PT Trimitra Abadi.

2016-04-26 12:45:14
Pesawat Drone
Advertisement

Direktorat Topografi TNI AD melalui Kementerian Pertahanan telah memesan 10 unit pesawat tanpa awak atau drone tipe OS- Wifanusa. Pesawat jenis ini merupakan salah satu karya anak bangsa yang diproduksi PT Trimitra Abadi.

Pesawat tipe ini dirancang menyesuaikan kondisi geografis Indonesia yang 70 persen adalah air. Salah satu kecanggihan drone tipe ini adalah memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di air. Baik di sungai atau danau. Tidak hanya di air, pesawat ini juga bisa beroperasi di darat. Selain dilengkapi floating, tipe pesawat ini juga dilengkapi dengan landing gear optional untuk operasi dari darat.

"Tentunya masing-masing negara punya ciri khas sendiri, terutama kondisi medan. Negara kita ada di negara tropis khatulistiwa berbeda dengan negara lain yang sudah punya drone, termasuk Eropa dan AS," kata Direktur Topografi AD Brigjen Dedi Hadria saat pameran drone di Gedung Direktorat Topografi AD, Selasa (26/4).

Advertisement

Kemampuan lain dari drone jenis ini adalah sistem kontrol jarak jauh. Pesawat ini bisa dikendalikan dari jarak 500-600 kilometer (Km).

"Untuk yang jarak jauh yang bisa 500-600 Km itu juga sudah kita siapkan bertahap. Mungkin tahun ini 10 unit dulu. Tahun depan bisa disesuaikan dengan kebutuhan," ucap dia.

Pengadaan 10 unit pesawat tanpa awak ini akan diprioritaskan untuk kebutuhan pengawasan wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Malaysia, sesuai kemampuan drone tipe OS- Wifanusa. Tahun lalu pemerintah memesan drone yang dirancang khusus untuk mengawasi perbatasan RI dengan Papua Nugini dan RI dengan Republik Demokratik Timor Leste yang lebih banyak beroperasi di darat.

Advertisement

"Dengan drone ini pemetaan bisa lebih cepat, lebih efisien, lebih murah, lebih efektif, kemudian lebih fleksibel. Dimanapun tempat yang tidak bisa dijangkau secara fisik, untuk manusia berjalan, membuka hutan akan bisa dilakukan menggunakan drone ini" ucapnya.

Pesawat tanpa awak jenis ini sudah melalui tahap uji coba oleh Kementerian Pertahanan. Sebelum akhirnya pesawat tersebut akan dioperasionalkan.

Baca juga:
Kasau mengaku butuh empat pesawat untuk awasi wilayah laut
Rusia sebut Indonesia akan borong 18 Sukhoi Su-35 & kapal selam
Kasau akui belum optimal awasi wilayah laut
Kebijakan pertahanan RI diarahkan berbasis teknologi
Kisah misi rahasia pembelian senjata TNI ke Israel
Kunjungi Markas Kopassus, Komisi I DPR bahas modernisasi alutsista

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.