Kebijakan pertahanan RI diarahkan berbasis teknologi
Merdeka.com - Kebijakan nasional bidang pertahanan dan keamanan Indonesia sekilas masih tertinggal dibandingkan negara adi daya seperti Amerika Serikat. Namun, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan meyakini kedua negara tidak terlalu timpang di bidang tersebut, sebab arah pembangunannya serupa.
Saat mengisi kuliah umum di Balai Sidang Universitas Indonesia, Luhut bisa mengejar ketertinggalan dari AS jika berkomitmen meningkatkan beberapa poin.
"Belanja pertahanan harus coba ditingkatkan, kemampuan industri alutsista dalam negeri juga harus ditingkatkan tentunya dengan anggaran yang lebih besar," kata Menko Luhut Binsar, Rabu (20/4).
Menko Luhut juga menekan tentang penerapan teknologi bagi pertahanan dan keamanan. Dalam pandangannya, teknologi adalah hal yang terdigitalisasi merupakan aset pertahanan. Dia memandang pertahanan teknologi itu perlu diemban oleh kelompok muda.
"Pengembangan Sains dan Teknologi ini untuk kesiapan Alutsista Indonesia dan sistem pertahanan keamanan negara, untuk hal itu dukungan dari mahasiswa di perguruan tinggi diperlukan dalam proses itu," kata Luhut.
Peningkatan yang disebutkan juga diarahkan demi memperkuat keamanan untuk mengurangi radikalisme dan terorisme.
"Karenanya pemerintah harus memperbaiki kondisi ekonomi pemerataan dan pembangunan," tambahnya. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya