Jadi kapten perampokan Davidson, SFL atur strategi hingga eksekusi
Jadi kapten perampokan Davidson, SFL atur strategi hingga eksekusi. Safriil beserta komplotannya sudah mengincar uang ratusan juta yang telah diambil Davidson dari sebuah bank.
Safriil, pria berusia 30 tahun ini meregang nyawa usai dihujam timah panas penyidik Polda Metro Jaya. Dia merupakan otak pelaku perampokan Davidson Tantono di depan SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat.
Safriil beserta komplotannya sudah mengincar uang ratusan juta yang telah diambil Davidson dari sebuah bank.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengungkapkan sebagai kapten, Safriil berperan aktif dalam memimpin 10 orang anggotanya.
"Perannya itu sebagai kapten atau eksekutor dalam aksi perampokan. Dengan menembakan senpi yang dibawanya kepada korban yang akhirnya meninggal," ujar Rudy saat jumpa pers di kamar jenazah Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/6).
Safriil, lanjut Rudy, membagi rata peran masing-masing anak buahnya. Ia mengatur mulai dari penyusunan strategi hingga eksekusi.
"Kebetulan dalam perampokan ini, sang kapten SFL ini ikut berperan aktif dalam semuanya hal. Mulai mengatur strategi hingga mengeseskusi perampokan apabila nanti ada perlawanan dari para korbannya," jelasnya.
Selain Safriil, polisi juga menangkap dua orang lagi, yakni Rachel dan Nizar. Kini kedua pelaku masih diperiksa penyidik secara intensif di ruang penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa timur.
Baca juga:
Pacar eksekutor Davidson ditangkap, peran sediakan tempat sembunyi
Tak hanya eksekutor Davidson, polisi juga bekuk dua komplotannya
Melawan saat dibekuk, eksekutor Davidson ditembak mati polisi
Polisi cari pemilik apartemen tempat komplotan perampok Daan Mogot
Pemain lama, perampok Davidson sudah beli rumah dari hasil kejahatan