Izinkan 20 Mahasiswa Jepang Observasi, Pemkab Buleleng Minta Warga Tidak Panik
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengizinkan 20 mahasiswa asal Jepang melakukan observasi di sumber mata air Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, meski sejumlah warga menolak rencana kedatangan mereka. Suradnyana meminta warga tidak perlu panik.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengizinkan 20 mahasiswa asal Jepang melakukan observasi di sumber mata air Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, meski sejumlah warga menolak rencana kedatangan mereka. Suradnyana meminta warga tidak perlu panik.
"Seharusnya kita tidak usah panik mereka datang, yang jelas prosedur kedatangannya melewati standar WHO," kata Suradnyana saat ditemui di Ruang Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (6/3).
Keresahan warga tersebut, karena merasa takut tertular corona dari mahasiswa Jepang yang akan berkunjung ke desanya. Menurut Suradnyana, hal itu tidak perlu dikhawatirkan bila para mahasiswa itu mengikuti prosedur kesehatan.
"Artinya begini, sebelum melakukan kegiatan harus ada sifatnya yang prosedural dulu. Silakan, tidak ada masalah," ujarnya.
Suradnyana juga menyampaikan, terkait kegiatan para mahasiswa Jepang itu, pihaknya akan mengizinkan selama prosedur kesehatan jelas.
"Iya (saya) mengizinkan, tapi proseduralnya harus jalan dulu dan diperiksa dulu. Kalau memang suspect iya jelas tidak izinkan," ujarnya.
"Tapi saya rasa lewat proses Keimigrasian sudah terperiksa semua. Tapi kita lebih pastikan lagi dengan standar WHO tentu dengan otoritas kesehatan yang ada di Buleleng. Di Bali tidak ada corona," ujar Suradnyana.
Seperti diketahui, sebanyak 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Lin Japan akan tiba di Desa Pedawa pada Jumat (13/3). Para mahasiswa akan mengambil data dan observasi terkait sumber mata air yang ada di desa selama empat jam.
Namun warga resah karena takut terkena virus corona setelah kontak dengan WN Jepang. Warga pun meminta pertimbangan untuk menjadwal ulang kegiatan tersebut.
Baca juga:
DPR: Jangan Sampai Ada PHK di Balik Wabah Virus Corona
Pemerintah Lebih Baik Utamakan Layanan Kesehatan Ketimbang Diskon Tiket Pesawat
RSPI Kembali Terima Pasien 1 Suspect Corona: Gejala Demam, Batuk dan Sesak
Pemberian Insentif Akibat Virus Corona Bakal Rugikan Negara?
Pasien Suspect Corona Meninggal di RSPI Kontak dengan Anak dari Singapura
Pasien Suspect Corona Meninggal di RSPI Sulianti Saroso Didiagnosis Pneumonia